alexametrics
Rabu, 23 Sep 2020
radarbali
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Pelaku UMKM dan Koperasi di Klungkung Mulai Lirik Pasar Online

16 September 2020, 14: 45: 09 WIB | editor : ali mustofa

Salah satu pelaku UMKM di Kabupaten Klungkung yang memasarkan produknya secara online, Rabu (16/9/2020)

Salah satu pelaku UMKM di Kabupaten Klungkung yang memasarkan produknya secara online, Rabu (16/9/2020) (DEWA AYU PITRI ARISANTI/ RADAR BALI)

Share this      

SEMARAPURA - Wabah virus korona (Covid-19) membuat perubahan pada gaya hidup masyarakat. Imbauan di rumah saja membuat masyarakat kini lebih memilih membeli kebutuhan sehari-hari secara online. Tidak heran bila kebiasaan baru ini juga mengubah sistem pemasaran pelaku UMKM maupun koperasi yang ada di Kabupaten Klungkung.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Klungkung, Wayan Ardiasa menuturkan, wabah virus korona membuat masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah sebagai upaya pencegahan penyebaran virus tersebut. Gaya hidup masyarakat pun turut berubah. Salah satunya masyarakat memiliki kecenderungan untuk berbelanja secara online.

“Sekarang masyarakat kalau berbelanja lebih memilih yang menyediakan pemesanan secara online dan barang bisa langsung dibawa ke rumah,” ujarnya.

Perubahan gaya hidup masyarakat itu pun membuat para pelaku UMKM di Klungkung harus beradaptasi untuk bertahan di tengah dampak wabah virus korona terhadap perekonomian masyarakat secara umum. Kini banyak pelaku UMKM menerima pesanan secara online.

“Bahkan ada yang sampai siap mengantar sampai di depan rumah tanpa tambahan biaya pengiriman dengan harapan banyak yang berbelanja ke tempat mereka,” ungkapnya.

Tidak hanya pelaku UMKM, perubahan gaya hidup masyarakat itu juga dilihat oleh para pengurus koperasi di Klungkung. Menurutnya banyak koperasi serba usaha (KSU) di Kabupaten Klungkung yang kini menerima pesanan secara online. Bahkan awal September lalu sudah ada tiga koperasi simpan pinjam (KSP) yang mengusulkan untuk mengubah badan hukumnya menjadi koperasi serba usaha (KSU).

“Karena koperasi simpan pinjam kan tidak bisa memiliki unit usaha di luar simpan pinjam. Melihat peluang yang ada, akhirnya diusulkan untuk menjadi koperasi serba usaha,” tandasnya. 

(rb/ayu/yor/mus/JPR)

 TOP