alexametrics
Rabu, 23 Sep 2020
radarbali
Home > Radar Jembrana
icon featured
Radar Jembrana

TENANG! RSU Negara Sudah Siap Tambah Ruang Isolasi Bila Covid-19 Naik

16 September 2020, 18: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

Ruang isolasi tambahan di lantai II RSU Negara saat terjadi penambahan kasus beberapa waktu lalu.

Ruang isolasi tambahan di lantai II RSU Negara saat terjadi penambahan kasus beberapa waktu lalu. (M. BASIR/ RADAR BALI)

Share this      

DENPASAR - Kasus positif Covid-19 yang meningkat drastis membuat rumah sakit umum (RSU) Negara, sempat kekurangan tempat tidur di ruang isolasi. Sehingga, ditambah ruang isolasi sebanyak 22 tempat tidur, sehingga kapasitas saat ini menjadi 42 tempat tidur.

Meski untuk saat ini jumlah tempat tidur masih mencukupi, RSU Negara bersiap-siap menambah ruang isolasi. Saat ini saja, jumlah kasus aktif atau dalam perawatan RSU Negara sebanyak 27 orang. Artinya masih surplus 15 tempat tidur.

Namun, lonjakan kasus Covid-19 kerap tak terprediksi. Karena rumah sakit menyiapkan lagi ruang isolasi alternatif jika terjadi lagi peningkatan kasus.

Rencana tambahan ruang isolasi tersebut menggunakan lantai satu atau Sal C di gedung yang sama dengan ruang isolasi yang sudah ada.

Namun rencana penggunaan lantai satu hanya alternatif untuk isolasi pasien Covid-19 jika terjadi peningkatan kasus.

“Sekarang belum (ada penambahan, Red). Itu (lantai satu) sebagai alternatif pilihan untuk jaga-jaga seandainya kekurangan tempat isolasi,” kata Direktur RSU Negara I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, Rabu (16/9/2020).

Dengan tambahan kapasitas ruang isolasi tersebut, rumah sakit bisa menampung pasien lebih banyak dari sebelumnya, baik yang terkonfirmasi positif Covid-19 maupun pasien suspect sehingga tidak ada lagi yang menjalani perawatan di hotel atau rumah masing-masing.

Di samping itu, pemerintah kabupaten Jembrana mengeluarkan kebijakan agar pasien terkonfirmasi positif Covid-19 harus isolasi di RSU untuk memudahkan perawatan dan pengawasan. Alias dilarang isolasi mandiri.

“Sesuai dengan peraturan menteri kesehatan boleh menjalani isolasi di rumah. Cuma kebijakan pemerintah kabupaten Jembrana bagi yang terkonfirmasi positif tetap dirujuk ke rumah sakit untuk isolasi,” jelas Oka Parwata.

(rb/yor/bas/mus/JPR)

 TOP