alexametrics
Kamis, 29 Oct 2020
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Berhenti Kerja, Wanita di Buleleng Pilih Tinggal di Selokan 2 Bulan

Hanya Berbekal Pakaian Lusuh dan Makanan Basi

18 September 2020, 19: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

kisah miris, memilukan, tinggal di selokan, berhenti kerja, Dinsos Buleleng, Satpol PP Buleleng, Pemkab Buleleng, nasi basi, pakaian lusuh,

Petugas dari Dinsos Buleleng dan Satpol PP Buleleng saat membujuk Erni Darmawati keluar dari gorong-gorong. Diduga Erni memilih tinggal di selokan selama dua bulan sejak dirinya berhenti kerja. (Eka Prasetya)

Share this      

SINGARAJA-Kisah miris dan memilukan dialami Erni Darmawati.

Perempuan berusia 46 tahun asal Banjar Dinas Bingin Banjah, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, ini ditemukan tinggal di gorong-gorong selokan sendirian.

Mirisnya lagi, dengan hanya berbekal pakaian kotor dan lusuh serta makanan basi, Erni nekat tinggal di gorong-gorong selokan yang terletak di sebelah utara Taman Makan Pahlawan (TMP) Curastana selama 2 (dua) bulan.

Belum jelas, penyebab perempuan malang ini nekat memilih hidup dan tinggal di gorong-gorong selokan dekat TMP.

Namun, dari hasil penelusuran dan keterangan Kepala Dinsos Buleleng Putu Kariaman Putra, Jumat (18/9), Erni memutuskan tinggal di gorong-gorong selokan sejak ia berhenti bekerja di salah satu rumah warga di Kelurahan Banyuasri.

“Sudah dua bulan. Sejak berhenti bekerja, dia memilih tinggal di sini (gorong-gorong selokan),”terang Kariaman.

Dikatakan Kariaman, kronologi adanya wanita tinggal di gorong-gorong ini terungkap dari adanya laporan warga ke kantor Dinsos Buleleng.

Atas laporan warga, pihaknya langsung mengirim tim yang terdiri dari Sekretaris Dinsos Buleleng Gopi Suparnaca; Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Luh Emi Suesti; dan Kasi Pelayanan Sosial Anak dan Lanjut Usia Niken Pujiastuti Tri Utami.

Ketiga utusan kadis ini kemudian langsung datang ke lokasi mengevakuasi perempuan terlantar itu keluar dari dalam gorong-gorong.

Sayangnya saat hendak dievakuasi, Erni menolak. Bahkan meski sudah dibujuk hampir setengah jam lamanya, Erni tetap memilih untuk tidak mau keluar dari dalam gorong-gorong.

Hingga akhirnya, pihaknya berkoordinasi dengan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Buleleng Putu Artawan untuk mengirimkan personel membantu melakukan evakuasi.

Usai dihubungi, Kasat Pol PP langsung turun tangan bersama beberapa personel.  Sebanyak dua orang diantaranya mengenakan pakaian pelindung diri lengkap.

Setelah dibujuk selama hampir satu jam lamanya, Erni akhirnya bersedia keluar dari dalam gorong-gorong dan ikut bersama tim dari Dinsos Buleleng.

Saat keluar dari dalam gorong-gorong, wanita itu diketahui hanya membawa sebuah kantong plastik berwarna merah. Di dalam kantong terdapat beberapa potong kain yang sudah kotor dan lusuh, serta sebungkus nasi yang telah basi.

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP