alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarbali
Home > Metro Denpasar
icon featured
Metro Denpasar

Sampah di Denpasar Berkurang karena Covid-19, Galungan juga Sedikit

19 September 2020, 12: 30: 43 WIB | editor : ali mustofa

Volume sampah di depo tidak terlihat meluber. Padahal sebelum adanya Covid-19, sampah selalu jadi masalah.

Volume sampah di depo tidak terlihat meluber. Padahal sebelum adanya Covid-19, sampah selalu jadi masalah. (Adrian Suwanto/ Radar Bali)

Share this      

DENPASAR - Tak seperti biasanya, setelah perayaan Hari Suci Galungan memberikan dampak terhadap meningkatnya volume sampah di Kota Denpasar. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar peningkatan volume sampah setelah hari raya Galungan tercatat 20 persen. Namun demikian, selama pandemi Covid-19 ini, volume sampah rata-rata harian di Kota Denpasar mengalami penurunan sebesar 20 persen dari angka sebelum pandemi. 

"Sebelum pandemi Covid-19 rata-rata volume sampah di Kota Denpasar yakni 800 ton per hari, di tengah pandemi Covid-19 volume sampah mengalami penurunan sebesar 20 persen menjadi 600 ton per hari, dan pasca-Hari Suci Galungan meningkat 20 persen, jadi dapat dikatakan stabil, sedangkan sisanya diolah menjadi Kompos di TPS3R," ujar Plt. Kadis DLHK Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa saat dikonfirmasi Jumat (18/9). 

Lebih lanjut dijelaskan,  bahwa secara umum DLHK Kota Denpasar setiap menyambut hari besar keagamaan senantiasa selalu bersiaga. Hal ini lantaran lonjakan volume sampah cenderung meningkat saat hari besar keagamaan.

“Kami tetap bersiaga kapan pun untuk memastikan kebersihan Kota Denpasar,” kata Gustra

Antisipasi terhadap penanganan lonjakan sampah ini dilaksanakan dengan mengintensifkan seluruh personel. Adapun terdapat sedikitnya 13 TPS dan  1.420 tanaga kebersihan yang bertugas bersama 40 armada truk yang dibantu moci di masing-masing kecamatan dan desa/kelurahan.

“Walaupun untuk Galungan kali ini volume sampah stabil, kami tetap bersinergi dengan semua elemen hingga desa/lurah guna menangani sampah hari besar keagamaan yakni Galungan dan Kuningan ini,” jelas Gustra

Dalam kesempatan tersebut Gustra menekankan bahwa lonjakan sampah tersebut didominiasi bahan organik yang sebagian besar disebabkan oleh sampah sisa upacara dari rangkaian janur. Pihaknya mengatakan bahwa peningkatan volume sampah ini akan ditangani hingga Kota Denpasar kembali bersih.

Gustra juga turut mengimbau kepada masyarakat untuk turut andil meminimalisasi jumlah sampah saat hari raya. Hal ini dapat dilakukan dengan pemilahan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang. Hal ini guna memberikan kemudahan dalam penanganan lanjutan. 

“Kami turut mengajak masyarakat untuk andil dalam menjaga kebersihan dengan memilah sampah dan membuang sampah sesuai dengan jam yang ditentukan oleh swakelola sampah, sehingga sampah tidak menumpuk di pinggir jalan, dan kerjasama ini sangat penting menuju Kota Denpasar yang bersih dan asri,” terangnya.

Gustra juga mengimbau pada masyarakat ke depannya untuk menjaga kebersihan Kota Denpasar. Terlebih lagi telah ada Perwali tentang tata cara pengelolaan sampah yaitu Peraturan Walikota No 11 tahun 2016 tentang Tata Cara Pengelolaan dan Pembuangan Sampah di Kota Denpasar yang Berbasis Lingkungan. 

Dikatakan dalam Perwali itu masyarakat Kota Denpasar dilarang menaruh sampah di depan rumah, telajakan, pinggir jalan dan di atas trotoar.

(rb/feb/yor/mus/JPR)

 TOP