alexametrics
Kamis, 29 Oct 2020
radarbali
Home > Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng

Restorasi Bale Gede Ibunda Bung Karno Perlu Didukung Kisah Historis

21 September 2020, 03: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

restorasi bale gede, restorasi rumah rai srimben, ibunda bung karno, kisah historis, bpcb bali, bupati agus suradnyana, pemkab buleleng

RESTORASI: Proses peletakan batu pertama restorasi bale gede rumah Nyoman Rai Srimben oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana kemarin. (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA – Restorasi bangunan bale gede di Lingkungan Bale Agung, Kelurahan Paket Agung, diharapkan tak hanya berhenti pada tataran bangunan fisik saja.

Namun harus ada nilai histori yang disampaikan pada masyarakat maupun pengunjung. Terlebih bangunan bale gede itu, sempat digunakan sebagai rumah tinggal oleh Nyoman Rai Srimben semasa kecil.

Srimben merupakan ibunda dari presiden pertama Indonesia, Soekarno. Kemarin, pihak keluarga besar melakukan peletakan batu pertama.

Proses itu dilakukan pada rahina redite wage kuningan, yang dipilih sebagai hari baik. Peletakan batu pertama sekaligus menjadi momen simbolis dimulainya proses restorasi di bangunan tersebut.

Pada kesempatan itu hadir Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, dan Anggota Komisi IX DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, proses restorasi itu akhirnya bisa dilakukan lewat dana pemerintah pusat.

Terlebih restorasi bangunan itu telah diwacanakan sejak tahun 2017 lalu. Namun, baru bisa terlaksana tahun ini. Saat restorasi dimulai, kondisi bangunan sangat memprihatinkan. Karena banyak bagian yang keropos.

“Rumah ini memiliki sejarah yang luar biasa. Bale Agung ini menjadi salah satu jejak sejarah lahirnya presiden pertama kita.

Jadi dengan restorasi ini, rumah yang sempat ditinggali oleh Rai Srimben bisa menjadi cagar budaya. Sehingga bisa menjadi buletin resmi

di Indonesia bahkan dunia. Supaya orang-orang tahu dan bisa mendatangi lokasi ini,” kata Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

Untuk itu, ia meminta agar Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Bali terus memberikan pendampingan pada pemerintah daerah.

Setelah proses pembangunan selesai, dia meminta agar BPCB juga membantu menggali kisah historis yang terkandung dari bangunan tersebut. Selain itu Bupati Agus juga mewacanakan penataan kawasan khusus di Bale Agung.

“Bangunan harus tetap memberikan nuansa pada jaman itu. Ligkungannya juga kalau bisa dikembalikan seperti suasanya mendekati seasli-aslinya.

Rencana untuk menata lingkungannya ini akan kami diskusikan dulu dengan pihak keluarga di Bale Agung. Kalau mereka setuju, kami siap menata setelah covid-19,” jelas Bupati PAS.

Sementara itu pihak keluarga besar, Jro Mangku Made Arsana mengaku bisa bernafas lega. Sebenarnya keluarga sempat berencana melakukan renovasi terhadap bangunan itu.

Namun setelah datang tim ahli, akhirnya keluarga mengurungkan rencana itu. Setelah menanti selama bertahun-tahun proses restorasi itu akhirnya terealisasi.

Sebenarnya selain bangunan bale gede, ada bangunan lain yang juga difungsikan oleh Rai Srimben semasa kecil.

“Namun itu tidak masuk sebagai cagar budaya. Tapi kalau pemerintah mau menata untuk mengimbangi dengan bale gede-nya biar ada kesan lamanya, kami persilahkan,” ujarnya.

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP