alexametrics
Kamis, 29 Oct 2020
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Pasang Sekat Api, Kebakaran di Lereng Gunung Agung Berangsur Mereda

25 September 2020, 09: 43: 08 WIB | editor : ali mustofa

kebakaran hutan, lereng gunung agung, pasang sekat api, kebakaran mereda, bpbd karangasem

Petugas kehutanan, TNI, KRPH dan BPDD Karangasem mengecek lokasi kebakaran di lereng Gunung Agung kemarin. (Istimewa)

Share this      

AMLAPURA - Kebakaran yang terjadi di Lerang Gunung Agung akhirnya padam. Kebakaran yang terjadi sejak Rabu malam lalu memang cukup besar, meski tidak sampai meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa mengatakan, berdasar pantauan terakhir tidak terlihat lagi kepulan asap dan titik api.

BPBD Karangasem sudah berkoordinasi dengan KRPH untuk mengatasi musibah tahunan ini. “Titik api sudah padam,” ujar IB Ketut Arimbawa.

Personel BPBD Karangasem kemarin sempat naik ke lokasi kebakaran untuk melakukan pengecekan. Selanjutnya mereka juga memasang sekat agar api tidak turun mendekati pemukiman warga.

 “Kita akan buat sekat agar api tidak sampai mendekati pemukiman dan juga pura yang ada di lereng Gunung Agung jika kebakaran terjadi kembali,” bebernya.

Terkait sebab-sebab kebakaran, IB Ketut Arimbawa mengaku belum mengetahui. Namun, kemungkinan kebakaran terjadi karena musim kemarau, dimana pohon mengalami gesekan sehingga menimbulkan percikan api.

“Kami sudah kordinasi dengan pihak KRPH Kubu untuk bersama-sama mengatasi kebakaran di lereng Gunung Agung,” bebernya.

Sementara itu KRPH Kubu Putra Ariawan, kebakaran di lereng Gunung Agung mulai terjadi pukul 18.40 Rabu lalu.

Kebakaran terjadi di wilayah hutan lindung Munduk, Tukad Gamongan, Dusun Belong, Desa Kubu, Karangasem.

Kawasan ini masuk kelompok Hutan Gunung Abang - Gunung Agung di RTK 8. Kejadian ini pertama kali dilihat KRPH Daya, Arta Susila sekitar pukul 19.20 wita ke BPBD Karangasem.

BPBD Karangasem kemudian berkordinasi dengan KRPH Ban untuk mengetahui titik lokasi kebakaran dan perkembangan disana.

Lokasi kebakaran sendiri sebenrnya masih jauh dengan pemukiman. Saat kejadian cuaca cukup cerah dan angin berembus dengan kencang.

Saat itu api cukup besar menyebar ke arah barat, timur dan selatan. Malam itu tim tidak bisa berbuat banyak, karena malam hari sulit melakukan pemadaman bahkan bisa membahayakan petugas.

Tim dari KRPH hanya melakukan pemantauan. Pagi harinya tim dari Karhutla mau melakukan pemadaman namun api keburu padam. 

(rb/tra/mus/JPR)

 TOP