alexametrics
Kamis, 29 Oct 2020
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Kasus Pencurian Rumah Perbekel Dencarik

Ternyata Maling yang Babak Belur dan Ditelanjangi Warga Tak Sendirian

Tertangkap Setelah Terjebak di Plafon Warga

26 September 2020, 22: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

maling nyaris tewas, dihajar massa, perbekel banjar, manis galungan, Polsek Banjar, babak belur, Polres Buleleng, maling ditelanjangi, residivis,

Perbekel Dencarik Putu Budiasa saat menunjukkan jendela kamar rumahnya yang dicongkel pelaku, Sabtu (26/9) (Istimewa)

Share this      

BANJAR-Wayan Putrawan alias Kletak, 39, maling asal Banjar Pangkung, Desa Sinabung, Kecamatan, Buleleng, Sabtu (26/9) nyaris tewas dihajar massa sesaat setelah terpergok satroni rumah perbekel Dencarik.

Bahkan usai ditangkap, Kletak tak hanya babak belur, namun warga yang geram juga sempat menelanjangi pelaku.

Beruntung aksi main hakim sendiri itu segera berakhir ketika petugas dari Polsek Banjar segera datang dan mengamankan pelaku.

Korban yang juga Perbekel Dencarik Putu Budiasa saat dihubungi Jawa Pos Radar Bali mengaku jika dirinya tidak menyangka rumah miliknya disatroni maling dengan mencongkel jendela kamar rumahnya.

Usai ditangkap, saat diinterogasi warga, pelaku Kletak melakukan aksi pencurian tidak sendirian. Saat beraksi, pelaku mengaku melakukan aksi pencurian berempat. Bahkan selain rumah, pelaku juga mencuri barang berharga yang tersimpan di pura.

Sementara itu, terkait kasus pencurian yang menimpanya, Budiasa menceritakan bahwa, saat kejadian, ia sedang tidur di dalam kamar.

Namun, karena mendengar suara dari belakang rumahnya dan terasa panas didalam kamar. Budiasa keluar rumah dan mengecek keadaaan rumahnya.

Mendadak di belakang rumah kondisi jendela kamarnya sudah terbuka dan mendapati sebuah tas di gang rumahnya.

Beberapa saat kemudian terdengar suara teriakan dan keributan warga sekitar dari tembok belakang rumah yang berteriak maling-maling.

“Saya pun akhirnya mengikuti warga yang saat sedang mengejar pelaku pencurian,” ungkap Budiasa.

Nah, saat dilakukan pengejaran, kata Budiasa, aksi pelaku terbilang cukup lincah.

Sampai pelaku loncat naik tembok warga dan naik ke atas sanggah pura untuk bersembunyi. Terus dilakukan pengejaran oleh warga pelaku malah melarikan diri kembali hingga bersembunyi ke plafon rumah warga.

Karena terjebak di plafon warga dan dikepung warga akhirnya pelaku menyerahkan diri.

Warga yang kesal, karena tak mau menyerahkan diri saat dikejar dan kerap kali melakukan aksi pencurian di desa. Akhirnya pelaku babak belur dihajar warga dan dilaporkan ke polisi.

“Memang di desa kami sejak bulan lalu kerap kali terjadi aksi pencurian. Adapun barang warga yang sempat hilang seperti sepeda, TV, HP dan barang berharga lainnya,” akunya.

Maraknya aksi pencurian yang terjadi di desanya dan berbagai desa di Banjar. Sehingga pihaknya mengaktifkan kembali roda malam. Dengan melakukan keliling pada rumah warga.

“Kami himbau warga untuk tetap waspada. Dan kami himbau juga setiap kali meninggal rumah mereka agar seluruh pintu dan jendela kamar dalam kondisi tertutup rapat dan terkunci. Sehingga tak membuat celah untuk adanya aksi pencurian,” tandasnya. 

(rb/jul/pra/JPR)

 TOP