alexametrics
Selasa, 20 Oct 2020
radarbali
Home > Hiburan & Budaya
icon featured
Hiburan & Budaya

Christian Sugiono & Happy Salma Berbagi Tips Dunia Film Kala Pandemi

14 Oktober 2020, 16: 32: 16 WIB | editor : ali mustofa

Christian Sugiono, saat wawancara di Kuta, Rabu (14/10)

Christian Sugiono, saat wawancara di Kuta, Rabu (14/10) (Marcell Pampur/ Radar Bali)

Share this      

DENPASAR - Aktor dan aktris nasional Christian Sugiono dan Happy Salma berbagi tips dalam dunia film di kala pandemi Covid-19. Itu disampaikan ketika keduanya menjadi pembicara dalam talk show Bincang Inklusif Seputar Metadata (BISMA) yang diselenggarakan oleh Kajian Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan tema "Solusi Kreatif Industri Film Di masa Adaptasi Kebiasaan Baru”  di Kuta, Badung, Selasa (13/10).

Sebagai seorang pelaku di duni hiburan, aktor dan model tampan Christian Sugiono juga merasakan lesunya industri dunia hiburan tanah air akibat pandemi covid-19 yang sedang melanda Indonesia saat ini. Bahkan dia mengatakan bahwa hingga kini dirinya belum mendapatkan job syuting film saat pandemi. Meski demikian, dia pun membagikan beberapa tips agar industri film tanah air bisa terus bertahan meski pandemi. 

"Produksi film sangat sulit karena namanya syuting produksi film membutuhkan banyak orang dan konsentrasi tempat.  Sebagai pelaku kami memahami situasi. Dari pemain hingga produser tentunya sadar bahwa kita harus stop dulu. Tapi makin ke sini tentunya namanya industri harus tetap berjalan," kata suami dari artis Titi Kamal ini saat diwawancari usai mengisi acara talk show tersebut.

Dijelaskannya bahwa sebagai seorang aktor, dirinya harus tetap mendukung dan bertahan agar tetap eksis sehingga industri perfilman tanah air juga tetap berjalan. Dengan semikian, kata dia bahwa perlu ada penyesuaian dengan kondisi saat ini untuk tetap bisa memproduksi sebuah film.

"Tentunya ada penyesuaian. Contohnya di lokasi syuting tidak boleh pulang dan karantina untuk menjaga steril," ujarnya. 

Produser film juga kata dia dituntut lebih kreatif. Misalnya untuk menghindari kerumunan, proses syuting bisa dilakukan di dalam studio menggunakan green screen dengan mengurangi jumlah kru sehingga meminimalkan kumpulan orang.

Selain itu, juga sebelumnya produser film membuat karya film dengan tujuan untuk ditayangkan di bioskop, kini mereka harus lebih kreatif untuk menayangkan filmnya di platform lain. Dengan demikian, masyarakat pencinta film masih bisa menikmati karya-karya film di tanah air. 

"Saya sekarang belum mulai syuting. Tapi istri saya sudah mulai syuting dan dia melihat bahwa ini kita baru berjalan dan masih banyak pembelajaran mana yang terbaik yang dilakukan. Semoga nanti setelah ditemukan caranya, industri ini akan kembali normal," tandasnya.

Sementara itu, produser teater dan juga aktris senior Indonesia, Happy Salma yang juga hadir dalam acara talk show ini juga menyampaikan pengalamannya dalam dunia hiburan selama pandemi covid-19.

Happy Salma mengatakan, dengan adanya pandemic global covid-19 sangat memengaruhi industri film dan seni peran Indonesia. Itu menyebabkan kelumpuhan pada industrinya, tidak sedikit para pekerja seni film Indonesia yang kehilangan pekerjaan.

"Namun, walau bagaimana kita dituntut untuk tetap kreatif dan produktif di era new normal kali ini," ujar Happy Salma.

Happy Salma mengaku berhasil mengawinkan hal-hal di dunia seni film dan visual dengan ruang teater yang memang dalam 10 tahun ini happy aktif memproduksi dan bermain, Happy mengatakan telah berhasill membuat beberapa teater daring selama pandemi ini.

"Ada beberapa teater daring yang telah sukses saya gelar selama pandemi ini," tandasnya.

(rb/mar/yor/mus/JPR)

 TOP