alexametrics
Jumat, 30 Oct 2020
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

[Update] Perbekel Penghina Jro Mangku Akhirnya Resmi Jadi Tersangka

15 Oktober 2020, 20: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

pencemaran nama baik, hina jro mangku, UU ITE, Polres Buleleng, gelar perkara, penyidikan kasus, resmi tersangka, oknum perbekel,

RESMI TERSANGKA : Perbekel Desa Tamblang, Kubutambahan I Made Diarsa (Istimewa)

Share this      

SINGARAJA – Kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Perbekel Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, I Made Diarsa, 51, memasuki babak baru.

Setelah melalui tahap penyelidikan dan penyidikan yang panjang, penyidik Satreskrim Polres Buleleng akhirnya secara resmi menetapkan Diarsa sebagai tersangka.

Ia ditetapkan tersangka atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan pencemaran nama baik terhadap seorang Pemangku Dadia Paibon Tangkas Kori Agung, Desa Tamblang, Jro Mangku Ketut Arsadia, 33. 

Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi di ruangannya membenarkan dengan status baru yang disandang Made Diarsa.

“Senin (12/10) status yang bersangkutan (I Made Diarsa) resmi tersangka,”tegas Iptu Sumarjaya.

Dijelaskan, Diarsa ditetapkan tersangka atas dugaan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) dan/atau Pasal 27 ayat (3) UU ITE No.11 tahun 2008 mengenai ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.

Selanjutnya, usai resmi ditetapkan sebagai tersangka, dalam waktu dekat, kata Sumarjaya, penyidik berencana untuk segera melakukan pemanggilan.

“Kemungkinan minggu-minggu ini akan kami panggil,”tandasnya.

Seperti diketahui, bergulirnya kasus ini berawal dari postingan Diarsa di akun media social facebook (Fb) miliknya.

Saat itu, Diarsa memosting status "Pangeran Tangkas Kori Agung, baju geruh putih keneh caine tro taen mledek, mk ngintipin sesari", "Pangeran boi, dewa ratu", dan beberapa cuitan lagi. Jika diartikan ke bahasa Indonesia “Pangeran tangkas kori agung, baju saja putih pikiran kamu tidak pernah baik, melihat sesari saja.

Atas postingan itu, Jro Mangku Ketut Arsadia selaku pemangku Dadia Paibon Tangkas Kori Agung, Desa Tamblang merasa dihina martabatnya sebagai seorang pemangku.

Selanjutnya, dengan berbekal screenshoot postingan di akun FB Diarsa, ia kemudian melaporkan tersangka ke polisi (Nomor Laporan: SPTL/III/IX/2020/BALI/ RES BLL) pada Agustus 2020 lalu.

(rb/jul/pra/JPR)

 TOP