alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarbali
Home > Metro Denpasar
icon featured
Metro Denpasar

Siapkan Bandwidth 20 Gbps, Badung Gelontor Dana Internet Rp 3,3 M

17 Oktober 2020, 04: 00: 53 WIB | editor : ali mustofa

dana internet, bandwidth 20 gbps, pemkab badung

Ilustrasi (dok.jawapos.com)

Share this      

MANGUPURA – Pemkab Badung telah memberikan layanan internet gratis kepada masyarakat. Untuk pemeliharaan, pemerintah menganggarkan dana Rp 3,3 miliar.

Dana tersebut diperuntukkan untuk pemeliharaan akses internet. Tepatnya untuk 967 titik Wi-fi di seluruh Badung .

Pemeliharaan layanan akses internet tersebut dilakukan  Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung.

Anggaran pemeliharaan internet tersebut juga telah masuk dalam lelang yang muncul di website LPSE Badung.

Nilai Pagu Paket sebesar Rp 3.349.062.770,00, dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp 3.254.222.367,00.

“Iya, sekarang ada proses tender untuk pemeliharaan (perangkat internet) selama satu tahun,” jelas Kepala Diskominfo Badung I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra.

Pemeliharaan perangkat internet memang rutin dilakukan untuk memastikan bahwa jaringan tidak gangguan sampai ke masyarakat.

Terlebih di masa pandemi ini tentu internet sangat dibutuhkan oleh masyarakat khusus para siswa untuk belajar online.

“Kali ini (tender) pemeliharaan perangkat pengaturan wifi. Nama alatnya cisco meraki,” terang mantan Camat Mengwi ini.

Secara keseluruhan layanan akses internet di kawasan Kabupaten Badung total mencapai 967 titik wifi. Tersebar di enak kecamatan di Badung.

Meliputi, Kecamatan Petang 103 titik wifi,  Kecamatan Abiansemal 230 titik, Kecamatan Mengwi 325 titik,  Kecamatan Kuta Utara 128 titik, Kecamatan Kuta 66 titik dan Kecamatan Kuta Selatan sebanyak 135 titik wifi.

Untuk kantor camat masing-masing diberikan bandwidth sebesar 50 Mbps. Kemudian RSD Mangusada 200 Mbps.

Untuk bandwidth seluruh Kabupaten Badung sebesar 20 Gbps yang dialokasikan ke  kantor desa/kelurahan sebesar up to 100 Mbps,

Puskesmas dan Pustu  sebesar up to 100 Mbps, SD dan SMP sebesar up to 100 Mbps, dan banjar dan obyek wisata sebesar up to 100 Mbps.

Namun, untuk wifi sekolah selama masa pandemi tetap beroperasi seperti biasa. Pasalnya, meski siswa belajar dari rumah, aktivitas sekolah terutama untuk urusan administrasi tetap jalan.

Jadi, pemanfaatan internet juga tetap seperti biasa. “Selama masa Pandemi internet tetap bisa diakses seperti biasa.

Bahkan untuk sekolah, meski sekolah tutup akses internet tetap seperti biasa karena ada saja guru yang memanfaatkan internet.

Tapi, secara umumnya internet di sekolah  selama pandemi hanya digunakan untuk administrasi,” jelas I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra.

Dia berharap masyarakat desa berinovasi agar bisa mengakses jaringan wifi gratis secara mudah dan murah. Ia mencontohkan Desa Adat Bindu, Abiansemal.

Warga desa ini sudah bisa memanfaatkan wifi gratis langsung dari rumah. Sehingga  desa-desa lain bisa seperti Desa Adat Bindu.

“Untuk wifi ke warga masyarakat tetap kami sosialisasikan agar dimanfaatkan ditengah pandemi. Contoh di Desa Adat Bindu, Abiansemal.

Disana jaringan internet yang ada di Balai Banjar setempat sudah tersambung sampai ke rumah-rumah penduduk.

Jadi, masyarakat bisa menikmati layanan internet gratis tidak perlu lagi ke balai banjar, karena sudah bisa dari rumah,” pungkasnya. 

(rb/dwi/mus/JPR)

 TOP