alexametrics
Selasa, 24 Nov 2020
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Rencana Korbankan Satwa untuk Makan Harimau, BKSDA Akan Panggil PKBSI

19 Oktober 2020, 21: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

minim pemasukan, PKBSI, BKSDA Bali, Lembaga Konservasi, makanan hariamu, korbankan satwa, satwa herbivora,

ALTERNATIF : Burung Unta, salah satu koleksi kebun binatang di Bali yang dijadikan alternatif ketika LK kesulitan pendanaan (Dok Radar Bali)

Share this      

DENPASAR –Munculnya rencana ekstrem untuk mengorbankan sejumlah satwa herbivora untuk dijadikan pakan satwa pemakan daging (karnivora) seperti harimau dan lainnya langsung menuai respon dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali.

Bahkan atas rencana ekstrem sebagaimana disampaikan Ketua Umum Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) Dr H Rahmat shah, pihak BKSDA Bali berniat untuk memanggil pihak PKBSI Bali.

Seperti disampaikan Kasub Bagian Tata Usaha BKSDA Provinsi Bali..

Dijelaskannya, atas munculnya pernyataan ketua Umum PKBSI sangat bertolakbelakang dengan laporan yang diterima BKSDA Bali selama ini.

"Sampai saat ini mereka (pengelola kebun binatang) baik-baik saja laporannya kepada kami. Besok PKBSI Bali akan kami minta klarifikasi terkait berita itu," ujar Prawono saat dikonfirmasi pada Senin (19/10).

Menurut Prawono, sesuai hasil laporan terakhir yang diterima oleh pihak BKSDA Bali, para pengelola kebun binatang menyatakan bahwa, sampai saat ini, ketersediaan pakan satwa dikatakan masih tercukupi.

"Memang yang terjadi adalah karyawan yang dirumahkan. Terkait dengan satwa, kami pesankan jangan sampe terlantar," tegasnya.

Bagaimana bila memang benar terjadi kekurangan pakan hewan?

"Kami tetap mamantau, insyaallah kalau memang mereka kekurangan pakan, pemerintah akan coba memfasilitasinya. Apapun yang terjadi, temen-teman LK (Lembaga Konservasi) harus memberitahukan kepada kami (BKSDA Bali) terkait dengan satwa," jawabnya.

Seperti diketahui sebelumnya, akibat terdampak pandemi Covid-19, keberlansungan hidup satwa yang ada di Lembaga Konservasi (LK) di Bali terancam.

Sejumlah LK mulai kelimpungan akibat biaya operasional yang dikeluarkan tak mampu lagi mengcover biaya pemeliharaan satwa.

Nah, apabila ke depan tidak ada bantuan dari pemerintah atau donatur terhadap lembaga-lembaga konservasi ini, Ketua Umum PKBSI, Dr H Rahmat Shah dengan terpaksa pihaknya akan mengambil langkah alternative.

Salah satunya yang ekstrem yakni mengorbankan beberapa satwa herbivora untuk dijadikan pakan satwa-satwa pemakan daging seperti harimau dan lainnya.

(rb/ara/pra/JPR)

 TOP