alexametrics
Minggu, 06 Dec 2020
radarbali
Home > Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng

UPDATE! Warga Sumberklampok Pasang Spanduk Tolak Bandara Bali Utara

26 Oktober 2020, 04: 45: 09 WIB | editor : ali mustofa

proyek bandara, bandara bali utara, bandara buleleng, desa sumberklampok, desa kubutambahan, spanduk tolak bandara

PROTES: Spanduk protes pembangunan bandara Bali Utara terpasang di sejumlah titik di Desa Sumberklampok kemarin. (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

GEROKGAK – Warga di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, kembali menyuarakan penolakan mereka terhadap rencana pembangunan bandara baru di wilayah Bali Utara.

Aspirasi penolakan itu disampaikan melalui pemasangan spanduk dan banner pada sejumlah titik strategis di Desa Sumberklampok.

Total ada 10 buah banner berukuran sekitar 1x0,5 meter dan 5 lembar spanduk dengan panjang 1,5x4 meter yang terpasang.

Spanduk sebagian besar terpasang di tepi Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk. Sementara banner terpasang di beberapa wilayah pemukiman warga.

Seluruh spanduk dan banner memiliki desain yang sama. Yakni dicetak dengan huruf berwarna putih dan berlatarbelakang merah.

Aspirasi yang disampaikan pun beragam. Ada yang bertuliskan “Kami masyarakat Desa Sumberklampok hidup mati di tanah ini, jangan rebut hak kami”.

Ada pula yang bertuliskan “Kami warga Desa Sumberklampok menyatakan sikap hentikan rencana pembangunan bandara di atas tanah yang kami tempat dan kami garap secara turun temurun. Laksanakan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria. Tanah untuk rakyat, bukan untuk investor”.

Ketua Tim 9 Penyelesaian Tanah di Desa Sumberklampok, Putu Artana yang dihubungi kemarin membenarkan ada pemasangan spanduk itu.

Artana mengaku tak tahu siapa yang memasang spanduk-spanduk tersebut. Ia baru menerima informasi kemunculan spanduk itu sekitar pukul 07.00 pagi.

“Yang saya temukan itu ada belasan. Sebagian besar memang di jalan utama. Saya dapat informasi itu pagi, begitu dapat informasi langsung saya cek.

Kami (Tim 9) tidak ada memasang itu. Mungkin relawan atau masyarakat yang memasang,” kata Putu Artana. 

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP