alexametrics
Minggu, 06 Dec 2020
radarbali
Home > Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng

Libur Panjang, Pol PP Buleleng Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan

Pengelola DTW Diingatkan Penerapan Prokes

29 Oktober 2020, 10: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

pandemi covid-19, libur panjang, pol pp buleleng, perketat pengawasan, protokol kesehatan, pengelola dtw

Tim Yustisi Kecamatan Gerokgak saat melakukan operasi penerapan prokes di tempat usaha. (Istimewa)

Share this      

SINGARAJA – Polisi Pamong Praja Buleleng berjanji akan meningkatkan pengawasan penerapa protokol kesehatan (prokes) pada pekan ini.

Terutama di objek wisata. Langkah pengawasan diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

Kasat Pol PP Buleleng Putu Artawan mengatakan, sejak Peraturan Bupati Nomor 41 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan pada Agustus lalu, pengawasan terus diperketat.

Pengawasan terus dilakukan tiap hari, bersama dengan tim yustisi. “Sabtu dan  minggu pun kami tetap melakukan pengawasan.

Pagi jam 08.30 kami bersama TNI dan Polri sudah  apel persiapan pengawasan. Sorenya jam 18.00 juga begitu. Setiap hari kami lakukan.

Bukan hanya warga yang tidak mengenakan masker, badan usaha yang belum memenuhi protokol kesehatan juga kami awasi,” kata Artawan.

Khusus pada libur panjang akhir pekan ini, Artawan menyatakan pengawasan akan tetap dilakukan. Hanya saja lokasi tempat pengawasan berbeda.

Pengawasan dilakukan pada objek wisata. Sebab diprediksi objek wisata akan mengalami penumpukan pengunjung pada akhir pekan ini.

“Silahkan berwisata, tapi penerapan protokol kesehatan harus tetap dilakukan. Makanya nanti kami akan lakukan pengawasan di sana.

Memastikan bahwa protokol kesehatan diterapkan oleh pengunjung dan pengelola. Sehingga semua bisa berwisata dengan aman dan nyaman,” imbuhnya.

Sementara itu Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Gede Suyasa mengatakan, pihaknya telah meminta Dinas Pariwisata Buleleng untuk menyurati para pengelola objek wisata.

Sekaligus mengingatkan pengelola soal penerapan protokol kesehatan. “Terutama yang berkaitan dengan daya tampung objek wisata.

Jangan sampai terjadi penumpukan atau terlalu berdesak-desakan di dalam. Sehingga potensi penularan dapat dicegah,” ujar Suyasa.

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP