alexametrics
Kamis, 03 Dec 2020
radarbali
Home > Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng

Malu Tamu Tanya Kerusakan Mangrove, Karang Taruna Pemuteran Menanam

Dilakukan Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda

29 Oktober 2020, 14: 01: 09 WIB | editor : ali mustofa

Karang Taruna Putra Sesana Desa Pemuteran, Yowana Stithi Aji Dharma Desa Adat Pemuteran, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa dan adat Pemuteran ketika melakukan penanaman bakau di Tanjung Budaya.

Karang Taruna Putra Sesana Desa Pemuteran, Yowana Stithi Aji Dharma Desa Adat Pemuteran, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa dan adat Pemuteran ketika melakukan penanaman bakau di Tanjung Budaya.

Share this      

SINGARAJA – Beragam cara yang dilakukan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober. Lazimnya momentum sumpah pemuda biasanya akan digelar dengan upacara bendera, pemasangan banner, baliho dan tulisan-tulisan yang berisikan semangat kepemudaan.

Namun peringatan Hari Sumpah Pemuda di tengah bayangan Covid-19 ada yang berbeda yang dilakukan Karang Taruna Putra Sesana Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak bersama Yowana Stithi Aji Dharma Desa Adat Pemuteran.

Sebagai bentuk kepedulian mereka dalam pelestarian lingkungan dan ekosistem laut. Muda dan mudi Desa Pemuteran melakukan kegiatan penanaman pohon bakau (mangrove). Penanaman mangrove mengambil lokasi tepat berada di Pantai Tanjung Budaya, lokasi tersebut pusat penyelenggaraan Pemuteran Bay Festival yang digelar setiap tahunnya.

Saat dilakukan penanaman pohon mangrove juga digelar deklarasi bersama dengan komitmen untuk mengelola menjaga dan merawat kawasan konservasi mangrove Tanjung Budaya Desa Pemuteran.

Ketua Karang Taruna Sesana Desa Pemuteran Kadek Agus Septi Artawan didampingi dengan Putu Adi Suartawan selaku Ketua Yowana Stithi Aji Dharma menyatakan kontribusi nyata pemuda desa Pemuteran di Hari Sumpah Pemuda salah satunya berorientasi pada pemulihan lingkungan. Yakni penanaman bakau atau yang sering disebut juga mangrove. Apalagi keberadaan ekosistem mangrove terbilang cukup penting khususnya bagi kawasan pesisir seperti Desa Pemuteran yang mengandalkan pariwisata.

“Keberadaan ekosistem mangrove memberikan banyak manfaat bagi keseimbangan lingkungan. Di samping itu peran lainnya sebagai benteng pertahanan terhadap risiko bencana maupun sebagai mata pencaharian alternatif melalui pengembangan industri pariwisata,” ungkapnya saat dikonfirmasi, (28/10) kemarin.

Selain itu tanaman bakau berfungsi utama sebagai pencegahan abrasi dan erosi (pengikisan tanah) di kawasan pantai. Ekosistem mangrove juga menjadi tempat hidup biota laut dan satwa-satwa di sekitar area itu.

Saat ini sudah banyak lembaga dan elemen masyarakat yang turut serta dalam kegiatan menanam mangrove. Tujuannya tak lain untuk memperbaiki lahan dan wilayah kawasan pesisir yang rusak agar hijau kembali.

“Kami malu, jika ada tamu yang bertanya berkunjung ke Pemuteran. Tanaman bakau semakin banyak yang hilang dan mati (rusak). Apalagi di lokasi Tanjung Budaya yang dulunya banyak tanam bakau hidup,” ujarnya.

Artawan menambahkan sebanyak 200 pohon mangrove ditanam dengan melibatkan Desa Dinas, Desa Adat, BPD, LPD, Bumdes, LPM, Pokdarwis dan kelompok nelayan setempat.

Terkait pola tanam, teknik perawatan dan pemeliharaan. Dijelaskan Artawan pihaknya akan lakukan secara berkelanjutan bersama pemuda-pemudi Desa Pemuteran. Konsep belajar bersama dan ngayah bersama. Setiap bibit mangrove yang ditanam nantinya akan dilihat perkembangan seminggu dua kali oleh pemuda desa. Artinya dilakukan pengawasan secara berkelanjutan.

“Kami berharap gerakan penanaman bakau kembali kawasan pantai Tanjung Budaya Pemuteran tidak hanya dilakukan saat ini semata. Melainkan tumbuh kesadaran pemuda untuk merawat setiap bibit mangrove yang ditanam,” pungkasnya.

(rb/jul/yor/mus/JPR)

 TOP