alexametrics
Sabtu, 23 Jan 2021
radarbali
Home > Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng

TEGAS!!! Bupati Agus Minta Pinjaman PEN Tak Ditarik ke Ranah Politik

20 November 2020, 07: 15: 08 WIB | editor : ali mustofa

pinjamin ken, ranah politik, dprd buleleng, bupati agus suradnyana

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat menghadiri rapat paripurna DPRD Buleleng (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana rupanya gerah juga dengan dinamika politik yang terjadi di gedung dewan, selama masa pembahasan APBD 2021.

Bupati Agus meminta agar pembahasan tak ditarik ke ranah politik. Terutama yang terkait dengan rencana pemerintah mengajukan pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Kemarin (19/11), Agus mendatangi Gedung DPRD Buleleng untuk menghadiri rapat paripurna DPRD Buleleng.

Ia langsung membacakan dokumen jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi-fraksi terkait APBD 2021. Dokumen setebal 30 halaman itu, dibacakan selama hampir satu jam.

Sebelum membacakan dokumen itu, Agus sempat meminta izin pada Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna untuk menyikapi dinamika politik yang berkembang sejak sepekan terakhir.

Terutama yang terkait dengan rencana pinjaman daerah melalui program PEN. Agus menyebut dinamika yang terjadi sudah membuat situas terasa kurang nyaman.

“Bukannya saya mau mendikte, tapi saya ingin sampaikan beberapa hal terkait dana PEN,” kata Agus. Agus menyebut kondisi makro ekonomi pada masa pandemi covid-19, cukup berat.

Sehingga pemerintah berupaya mengambil momentum untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi. Salah satunya ialah mengajukan program PEN. Mengingat tidak ada bunga pinjaman yang dikenakan pada program ini.

“Ada ketakutan ini akan membebani bupati yang akan datang. Tapi, pernah nggak kita berpikir tentang kondisi makro ekonomi kita.

Kondisi inflasi yang terjadi setiap tahun. Kalau kita bisa selesaikan infrastruktur tahun depan, kita tidak perlu lagi berpikir masalah infrastruktur selama 10 tahun mendatang. Ini meringankan kondisi keuangan daerah,” ujarnya

Menurutnya, keberhasilan pemerintah tak bisa diukur semata-mata dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) saja.

Namun juga dihitung dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB).

Agus mencontohkan rencana penataan Danau Buyan yang dibiayai melalui dana PEN. Setelah penataan tuntas, Danau Buyan diharapkan dapat memberi kontribusi pendapatan sebanyak Rp 15 miliar setahun.

“Jangan berpikir seolah-olah PEN ini akan memberikan uang pada bupati. Ini nol persen lho bunga pinjamannya.

Saya ingin ajak teman-teman DPRD, jangan ini ditarik ke ranah politik. Sampai saat ini pun kita belum tahu berapa jumlah yang didapat dari PEN ini,” tukas Agus.

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP