alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

[Update] Polda Bali Tangkap Perampok Berpistol di SPBU Benoa

20 November 2020, 19: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Perampokan berpistol, perampok bersenpi, Polda Bali, penodongan, SPBU Benoa, perampo tertangkap, ojol, Viral,

Tersangka I Made Novi Widyantra (tengah) usai tertangkap di Mapolda Bali, Jumat (20/11) (Marcell Pampur)

Share this      

DENPASAR-Tim Subdit I Ditreskrimum Polda Bali akhirnya berhasil mengungkap dan menangkap pelaku perampokan berpistol di SPBU Benoa, Denpasar Selatan, Bali, Rabu (11/11). 


Persis hitungan 9 (Sembilan) hari, polisi berhasil membekik I Made Novi Widyantra.


Pelaku perampokan yang sempat menghebohkan jagat maya karena mengenakan jaket ojek online (Ojol) ini ditangkap di rumahnya, di Perum Griya Nugraha Blok A No. 18, Desa Adat Bualu, Kuta Selatan, Badung, pada Jumat (20/11) siang


"Pelaku kami amankan tanpa perlawanan," terang Direktur Reskrimum Polda Bali, Kombes Pol Dodi Rahmawan, di Mapolda Bali, Jumat sore. 


Dijelaskan Kombes Dodi,  aksi perampokan yang dilakukan Novi Widyantra ini bermula saat pelaku melintas di TKP (SPBU Benoa). 


Saat itu, pelaku mengaku tiba-tiba saja terlintas di benaknya untuk melakukan aksi penodongan di lokasi. 


"Dia mengira di sana banyak uangnya. Ternyata saat itu dia hanya berhasil membawa tas berisi satu unit HP. Tidak ada uang yang diambil," ujarnya. 


Seperti di beritakan sebelumnya, aksi penodongan dan perampokan berpistol terjadi di SPBU Benoa, Denpasar Selatan, Rabu (11/11) lalu. 

Video aksi pelaku ini pun sempat tertangkap CCTV dan viral di media sosial.

Sesuai rekaman video  terlihat pelaku  mengendarai motor Honda Scoopy dan mengenakan jaket Ojol dan mengenakan helm serta masker datang ke SPBU. 

Setiba di TKP, pelaku langsung menodongkan benda mirip pistol ke arah karyawati SPBU yang sedang bekerja. 

Sontak saja tiga orang karyawati panik dan kalang kabut. 

Sementara pelaku langsung mengambil tas hitam berisi satu unit HP milik karyawati di lokasi. 

(rb/mar/pra/JPR)

 TOP