alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Fix! Polisi Tetapkan Mahasiswa Asal Papua Jadi TSK Penculikan Balita

Tersangka Diancam Pidana Penjara 12 Tahun

21 November 2020, 18: 30: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

penculikan balita, mahasiswa culik balita, mahasiswa asal Papua, Polresta Denpasar, mahasiswa jadi tersangka, UU perlindungan anak, terancam 12 tahun,

Adolf Hans Sanadi (kiri) didampingi kuasa hukumnya (kanan) di Polresta Denpasar (Dok Radar Bali)

Share this      

DENPASAR-Usai ditangkap, polisi secara marathon melakukan pendalaman dan penyidikan terkait dugaan penculikan balita yang dilakukan oleh mahasiswa asal Papua, Adolf Hans Sanadi.

Sempat muncul informasi simpang siur, akhirnya dari hasil perkembangan penyidikan terbaru, penyidik dari Polresta Denpasar menetapkan Adolf Hans Sanadi sebagai tersangka penculikan.

Bahkan usai resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penculikan balita, mahasiswa berusia 23 tahun ini juga dijerat dengan Pasal  76 F Jo Pasal 83 UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti

UU No. 1 Tahun  2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 328 KUHP.

Seperti disampaikan Kasubag Humas Iptu Ketut Sukadi, Sabtu (21/11).

Melalui rilis resmi dan disampaikan secara tertulis, Iptu Sukadi menegaskan, bahwa atas sangkaan itu, tersangka Adolf terancam pidana maksimal 12 tahun penjara.

Adapun bunyi dari pasal yang disangkakan terhadap Adolf sebagaimana dijelaskan Iptu Sukadi,  yakni berbunyi; ‘Barang siapa membawa pergi seseorang dari tempat kediamannya atau

tempat tinggalnya sementara dengan maksud untuk menempatkan orang itu secara melawan hukum dibawah kekuasaannya atau kekuasaan orang lain, atau untuk menempatkan dia dalam keadaan sengsara, diancam karena penculikan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun’

Lebih lanjut, meski sebelumnya tersangka Adolf Hans Sanadi berdalih tidak melakukan penculikan, namun polisi memiliki alibi lain.

Dijelaskan, sesuai kronologi dari hasil penyidikan polisi, terungkap bahwa, dugaan penculikan balita yang dilakukan tersangka Adolf terjadi pada 1 November sekitar pukul 08.45 WITA lalu.

Berawal dari ayah korban yang juga pelapor, Adam Kurniawan kembali dari gereja ke tempat tinggalnya di Jalan Tukad Citarum, Denpasar Selatan.

Setibanya di rumah, Adam tidak mendapati anaknya.

Lantaran tidak menemukan korban, Adam kemudian melakukan pencarian di sekitar tempat tinggalnya. Namun saat itu, hasilnya nihil.

Selanjutnya, karena tidak kunjung ditemukan, dia akhirnya membuat pengumuman di media sosial Facebook. Kemudian, sekitar pukul 13.00 WITA, Adam akhirnya mengecek CCTV di rumah tetangganya. 

"Di rekaman CCTV pelapor (Adam) mendapatkan petunjuk jika anak korban diajak oleh seorang pria menggunakan sepeda motor Yamaha RX King warna merah hitam," terang Iptu Sukadi.

Tidak berselang lama, pelapor kemudian mendapatkan kabar dari sebuah nomor tidak dikenal yang memberitahu jika anaknya berada di Jalan Pakis Aji, Denpasar.

Mendapat informasi, Adam langsung bergegas ke Jalan Pakis Aji untuk menjemput anaknya.

Jarak dari rumah pelapor ke jalan Pakis Aji, Denpasar sekitar 4, 6 KM.

Setibanya di sana, Adam mendapati anaknya bersama seorang pria berna Wilson dan seorang wanita bernama Agustin.

Berdasarkan pengakuan keduanya, bahwa anak itu dititipkan oleh Adolf Hans Sanadi.

"Menurut keterangan Wilson bahwa anak tersebut dititpkan oleh Adolf Hans Sanadi (tersangka) kepada keduanya karena ayahnya sedang bekerja dan ibunya sedang beribadah. Setelah itu, anak tersebut akan dijemput kembali. 

Dari kedua saksi, mengatakan jika sebelumnya anak korban dititip oleh tersangka yang tinggal di jalan Akasia Denpasar itu," beber Sukadi. 

Namun tidak terima dengan hal itu, Adam langsung melapor ke Polisi. Lalu hari itu juga polisi menagkap Hans Sandi di kosannya lalu digiring ke Polresta Denpasar.

(rb/mar/pra/JPR)

 TOP