alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Bacok Nakhoda, ABK KM Patria Mulia-02 Dituntut 8 Tahun Penjara

23 November 2020, 22: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

kasus pembacokan, penganiayaan berat, ABK bacok nahkoda, sidang tuntutan, KM Patria Mulia-02, sidang tuntutan, PN Denpasar, LP kerobokan,

Tersangka Tumbujaro Sarumaha alias Marius saat menjalani sidang tuntutan secara virtual, Senin (23/11) (Adrian Suwanto)

Share this      

DENPASAR– Terdakwa kasus penganiayaan berat Tumbujaro Sarumaha alias Marius, 65, hanya bisa pasrah saat mendengar JPU I Made Dipa Umbara membacakan tuntutan.

Di usianya yang sudah menjelang senja, terdakwa kelahiran 15 April 1955 itu dituntut delapan tahun penjara.

Anak Buah Kapal (ABK) KM Patria Mulia-02, ini dianggap terbukti membacok Subendi, sang nahkoda kapal.

“Terdakwa Tumbujaro Sarumaha dituntut pidana penjara selama delapan tahun. Kami mengajukan pembelaan (pledoi) tertulis,” kata Aji Silaban, pengacara terdakwa, Senin (23/11).

Sementara itu, JPU Dipa dalam surat tuntutannya menyatakan, terdakwa terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana percobaan menghilangkan nyawa orang lain. Terdakwa diduga sakit hati terhadap korban.

“Perbuatan terdakwa Tumbujaro sebagaimana diancam pidana Pasal 338 juncto Pasal 53 ayat (1) KUHP,” beber JPU Dipa. 

Sesuai surat dakwaan, insiden berdarah itu terjadi saat kapal tengah berlayar di perairan Samudra Hindia, tepatnya di selatan Pulau Jawa, 25 Juni 2020 lalu.

Sebelum kejadian, sekitar pukul 06.00 WIB, selesai bekerja menarik ikan, terdakwa mendapat tugas jaga di sebelah ruang nakhoda.

Saat itu terdakwa melihat korban sedang tidur di kamarnya. Selama melaksanakan tugas jaga, terdakwa justru mengambil sebilah pisau dan batu asah yang ada di ember plastik tergantung di luar ruang nakhoda.

Pisau itu kemudian diasah dan disimpan kembali terdakwa. 

Tak berselang lama, terdakwa mengambil pisau itu dan menuju ruang nakhoda tempat korban tidur.

Sejurus kemudian terdakwa membacok korban dan mengenai muka sebelah kiri. Terdakwa kembali membacok korban dan mengenai kedua tangan korban.

Mendapat serangan membabi buta, korban lalu mendorong terdakwa hingga keluar dari ruang nahkoda. Korban berusaha merebut pisau dari genggaman tangan terdakwa. Korban akhirnya berteriak meminta tolong. Beberapa saat kemudian datang ABK lainnya memberikan pertolongan pada korban. 

(rb/san/pra/JPR)

 TOP