alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarbali
Home > Politika
icon featured
Politika
Pilkada Karangasem 2020

Nyata Bekerja untuk Rakyat, Warga Babakan Nyatakan Dukungan ke Massker

24 November 2020, 04: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

pilkada karangasem, pilkada 2020, paket massker, warga babakan, nyatakan dukungan, bekerja untuk rakyat

DUKUNGAN UNTUK MASSKER : Warga banjar Babakan, desa Gegelang Kecamatan Manggis nyatakan sikap dukungan untuk Massker di Pilkada 9 Desember mendatang (Zulfikar Rahman/Radar Bali)

Share this      

AMLAPURA - Melanjutkan agenda kampanye, pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati, IGA Mas Sumatri-I Made Sukerena (Massker) menyambangi sejumlah banjar di wilayah Kecamatan Manggis, Karangasem, Senin (23/11).

Salah satunya di Banjar Babakan, Desa Gegelang. Kedatangan Mas Sumatri di bale banjar Babakan disambut yel-yel salam dua jari oleh masyarakat.

Dalam kampanye itu, bupati perempuan pertama di Karangasem ini didampingi dua anggota DPRD Karangasem Dapil Manggis dari fraksi Golkar, I Nyoman Sumadi dan I Wayan Tama.

pilkada karangasem, pilkada 2020, paket massker, warga babakan, nyatakan dukungan, bekerja untuk rakyat

Poster Paket Massker (Istimewa)

Mas Sumatri dalam kampanye terbatas itu menuturkan, bahwa Kecamatan Manggis memiliki potensi yang luar biasa.

Hampir destinasi mulai dari laut, perbukitan, pertanian dan perkebunan ada di Manggis. Sejumlah destinasi wisata pun cukup banyak.

Terlebih pelabuhan cruise yang nantinya akan dilanjutkan kembali pembangunannya itu juga berada di Manggis.

“Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, Manggis ini memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Ini bisa menjadi daya tarik dengan membentuk beberapa

desa wisata karena memiliki daya tarik untuk wisatawan. Terlebih ketika nanti, pelabuhan cruise di Tanah Ampo selesai.

Efek pertama kali akan dirasakan atas kedatangan wisatawan dari kapal-kapal cruise yang berlabuh ini adalah warga Manggis,” tuturnya.

Di periode keduanya ketika Massker terpilih nanti, Mas Sumatri akan memaksimalkan kinerja-kinerjanya dari beberapa program yang sempat dilakukan untuk Karangasem.

Namun, Mas Sumatri meminta agar masyarakat jangan mudah percaya dengan kabar-kabar hoax yang disebar di media sosial oleh beberapa akun-akun tidak bertanggungjawab.

Hal itu jelas kata dia merupakan cara kotor untuk menjelekkan nama Mas Sumatri sebagai bupati Karangasem.

Padahal, selama empat tahun delapan bulan menjabat bupati, istri dari Gusti Made Tusan ini telah bekerja maksimal dan dibuktikan dengan beberapa prestasi.

“Dulu Karangasem dipadang remeh. Kabupaten termiskin, kering, banyak gepeng dan lainnya. Saat ini kita ubah pandangan itu. Beberapa hal yang harus digaris bawahi.

Saya betul-betul mengabdi untuk masyarakat. Terbukti dengan kerjasama dibantu OPD dan jajaran lain serta masyarakat Karangasem, kita bisa menurunkan angka buta aksara hingga 5 persen,

mengurangi gepeng, dan meningkatkan indeks pembangunan manusia. Itu bukti nyata, Karangasem diganjar WTP lima kali beruntun hingga mendapat rangking tertinggi tata kelola pemerintahan terbaik dari Kemendagri,” ucapnya.

Hal itu juga dibenarkan oleh anggota DPRD Karangasem, I Nyoman Sumadi. Sebagai legislatif dan rekan kerja dari eksekutif yang dipimpin Mas Sumatri selama lima tahun kurang ini banyak bukti  kinerja yang ditorehkan Mas Sumatri untuk Karangasem.

Namun, saat ini di media sosial justru disuguhkan dengan informasi hoax tanpa mengungkapkan kinerja nyata yang telah diperoleh untuk menjatuhkan Mas Sumatri.

Untuk Manggis sendiri misalnya yang menjadi wilayah perbatasa dengan Klungkung. Tapal batas Kabupaten yang dulu teleohat kusam kini telah ditata menjadi tempat yang bagus.

Terlebih dengan keberadaan patung Surya Candra yang melambangkan laki-laki dan perempuan menambah kesan keindahan wilayah perbatasan Karangasem.

Di jalur sebelas Amlapura juga dibuatkan taman Jagat Karana sebagai areal publik untuk masyarakat.

“Gempuran lawan mengatakan PAD turun. Itu kita akui. Tapi hal itu bukan tanpa sebab. Sejak 2016 saat Ibu Mas menjabat, ada aturan baru yang melarang pemungutan retribusi galian c

yang berada di atas ketinggian 500 MDPL yang menjadi sumber terbesar pendapatan Karangasem. Sementara kebanyakan berada di sana. Sehingga tidak bisa dipungut.

Belum lagi aturan perizinan yang kini dilakukan di provinsi. Belum lama menjabat dihadapakn erupsi dan sampai sekarang covid-19. Jadi banyak faktor yang mempemgaruhi,” tutur Sumadi.

Namun pada peride kedua ini, dirinya optimis PAD bisa naik dua kali lipat. Hal tersebut karena saat ini perda RTRW yang mengatur soal galian C ini sudah rampung dibahas anggota dewan Karangasem.

Dengan begitu, retribusi bisa dipungut kembali. Belum lagi, Massker mencanangkan nantinya semua transaksi akan menyasar digitalisasi untuk mencegah kebocoran pendapatan.

“Karena beliau ini sudah terbukti dalam memimpin Karangasem, ayo pilih kembali Ibu Mas lewat paket Massker ini. Terlebih dengan dukungan 30 DPRD,

jadi semua program yang dirancang untuk kepentigan rakyat tentu akan dikawal dan realisasinya juga besar,” tambah Sumadi yang disambut tepuk tangan warga banjar Babakan.

Terkait kinerja nyata Mas Sumatri selama ini juga diakui warga di banjar Babakan yang merasakan langsung atas kinerja nyata Mas Sumatri.

Salah satu tokoh banjar setempat menegaskan warga di banjar Babakan ini tidak akan berpaling ke lain hati dan menegaskan pilihan pada paket Massker pada 9 Desember mendatang.

“Intinya siap memenangkan Massker untuk mencoblos nomor 2 pada 9 Desember nanti,” ucapnya. Di Babakan sendiri terdiri dari 900 jiwa.

Mata pencaharian warga setempat pun cukup beragam, mulai peternak, petani hingga buruh harian lepas.

Mewakili harapan warga, Jimat berharap agar Babakan dibantu untuk dipromosikan oleh Pemkab Karangasem agar Babakan yang kecil tersebut bisa menjadi penyumbang terbesar untuk Karangasem.

“Bisa dipromosikan dengan paket pariwisata spiritual karena kami memiliki dua tarian yang unik dan semoga bisa dipromosikan.

Selain itu, banjar kami ini dikelilingi sungai besar, dan kondisinya sekarang sudah abrasi. Untuk mengantisipasi hal terburuk kami minta ketika ibu menjabat agar sungai di banjar kami bisa dibatu bronjong,” kata Jimat.

Menanggapi hal tersebut, Mas Sumatri nantinya akan meminta kepada Dinas Pariwisata untuk menindaklanjuti promosi dua tarian agar menjadi paket pariwisata spiritual.

Sementara untuk usulan batu bronjong, dia menyarankan agar sekalian sungai tersebut dilakukan penataan oleh tim teknis sehingga bisa menjadi daya tarik wisat sungai.

“Nanti bisa dipercantik, sehingga bisa menjadi daya tarik wisata dan menjadi desa wisata juga. Itu nanti bisa diserahkan ke tim teknis. Ini juga akan membawa dampak bagi masyarakat di sini,” tandas Mas Sumatri. 

(rb/zul/mus/JPR)

 TOP