alexametrics
Sabtu, 16 Jan 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Main Babat Kebun Jati Milik Pensiunan Polisi, Warga Banyuning Jadi TSK

Diduga Ada Masalah Utang Piutang

25 November 2020, 00: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

babat hutan jati, pensiunan polisi, polres Buleleng, warga Banyuning tersangka, hutan jati, hutang piutang,

Tersangka Gede Deny Wardana Withana (Hhumas Polres Buleleng for Radar Bali)

Share this      

SUKASADA– Seorang purnawirawan polri, Ketut Sukanada, mengadu ke polisi.

Gara-garanya kebun jati miliknya di Banjar Dinas Lebah Siung, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, dibabat orang tak dikenal. Setelah dilakukan penyelidikan, seorang pria berhasil diamankan. Diduga ada motif utang piutang sehingga memicu tersangka membabat kebun jati milik korban.

Peristiwa pembabatan pohon itu diduga terjadi pada Sabtu (16/11) lalu. Namun peristiwa itu baru dilaporkan ke polisi pada Kamis (19/11) pekan lalu. Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengamankan seorang pria bernama Gede Deny Wardana Withana, warga Kelurahan Banyuning.

Kapolsek Sukasada Kompol Wayan Sartika yang didampingi Kanit Reskrim Iptu Dewa Putu Sudiasa mengungkapkan, peristiwa berawal saat korban mendatangi kebunnya pada Sabtu (16/11) lalu sekitar pukul 11.30. Ketika itu korban yang juga sempat bertugas di SPN Singaraja itu mendapati sebanyak 18 batang pohon jati miliknya sudah hilang. Peristiwa itu pun segera dilaporkan pada pihak kepolisian.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, polisi mendapat petunjuk bahwa terduga pelaku mengendari motor Honda Supra. Polisi pun terus mendalami ciri-ciri sepeda motor tersebut. Hingga polisi menemukan seorang pria yang bernama Gede Deny Wardana Withana.

“Kami amankan tersangka di rumahnya. Sudah ditahan sejak kemarin (Senin, Red),” kata Kapolsek Sartika.

Lebih lanjut Sartika mengatakan, tersangka nekat melakukan perbuatan itu, karena masalah ekonomi. Tersangka mengaku punya masalah utang piutang dengan korban. Tersangka merasa masalah utang piutang itu belum selesai. Sehingga tersangka nekat membabat kebun jati milik tersangka.

“Pengakuan dari tersangka sih begitu. Jadi pohon jati yang sudah ditebang itu, hasilnya dijual ke salah satu mebel untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Kemudian dijadikan meja dan kursi. Ada sisa-sisa kayu yang sudah kami amankan,” imbuh Sartika.

 Akibat perbuatannya kini tersangka mendekam di sel tahanan Mapolsek Sukasada. Tersangka dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. 

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP