alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Kasus Penipuan CPNS Oknum Polisi

Selain Pidana, Wakapolres Pastikan TSK Juga Disanksi Kode Etik Polri

27 November 2020, 19: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

oknum polisi, tipu warga, penipuan CPNS, berkomplot dengan residivis, Polsek Celukan Bawang, Polres Buleleng, Mabes Polri, sanksi, kode etik Polri,

Kasat Reskrim AKP Vicky (kiri) dan Wakapolres Buleleng Kompol Loudwyk tunjukkan barang bukti kwitansi (Eka Prasetya)

Share this      

SINGARAJA- Seorang oknum anggota Polri, I Wayan Putra Yasa, 48, diamankan di Mapolres Buleleng.

Anggota yang berdinas di Polsek Celukan Bawang itu ditangkap setelah terlibat dalam jaringan penipu dengan modus menjanjikan posisi sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Selain mengamankan Putra Yasa, polisi juga mengamankan pelaku lainnya yakni Made Muliasa, 60.

Wakapolres Buleleng Kompol Loudywk Tapilaha, Jumat (27/11) memastikan bahwa tersangka Wayan Putra Yasa tak hanya dikenakan sanksi pidana saja. Namun juga sanksi kode etik kepolisian.

“Kami menunggu kasus pidananya dulu. Setelah ada vonis dari pengadilan, itu akan  kami jadikan dasar untuk sanksi kode etik,” tegas Loudwyk.

Sementara itu tersangka Putra Yasa tak berkata banyak. Ia berdalih hanya membantu tersangka Made Muliasa saja. “Saya membantu saja sebenarnya. Karena ini sudah terjadi, ya saya terima saja,” kata Putra Yasa.

Sedangkan tersangka Muliasa berdalih uang yang ia terima hanya bersifat uang pinjaman. Ia menyebut penerimaan CPNS sudah jelas-jelas tidak menggunakan sogok menyogok. Hanya saja karena ada uang titipan dan pinjaman untuk mencarikan jalan, agar lebih mulus lolos menjadi CPNS.

“Saya kan harus pakai jalan biar lancar. Jujur saya tidak punya teman di pemda apalagi di pusat. Tapi saya ada jalan. Bagaimana caranya biar bisa (lolos), itu urusan saya sendiri. Tidak bisa saya jelaskan di sini,” kilahnya.

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP