alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarbali
Home > Metro Denpasar
icon featured
Metro Denpasar

Cerita Penyintas Covid: Lebih Intropeksi Diri, Jalankan Prokes Ketat

28 November 2020, 16: 40: 59 WIB | editor : ali mustofa

pandemi covid-19, penyintas covid-19, instropeksi diri, prokes ketat, protokol kesehatan

Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH., Dr.PH (Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI) bersama Icha Atmadi, S.T. (Penyintas Covd-id-19) dalam dialog produktif bertema memaksimalkan pengelolaan kesehatan lewat vaksinasi di Jakarta, Kamis (26/11) (Istimewa)

Share this      

Jika mengalami gejala-gejala COVID-19, segera periksakan diri. Karena proses penanganan dan perawatan akan sangat berpengaruh pada proses penyembuhan. Dan tetap jalankan protokol kesehatan.

BANTEN - Pertengahan Agustus lalu, Icha Atmadi beserta suami dan ayahnya dinyatakan positif Covid-19.

Ayahnya mengalami gejala COVID-19 yang terbilang berat sehingga harus dirawat di rumah sakit. Sementara Icha dan suaminya disarankan untuk melakukan isolasi mandiri.

“Sampai dinyatakan sembuh, perlu waktu hampir satu bulan buat saya dan suami melakukan isolasi mandiri.

Sedangkan ayah harus menjalani perawatan di rumah sakit selama satu bulan dan total 45 hari sampai dinyatakan sembuh,” tutur Icha dalam

Dialog Produktif dengan tema ‘Memaksimalkan Pengelolaan Kesehatan Lewat Vaksinasi’ pada Kamis (26/11) yang diselenggarakan di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Diakuinya, penderitaan yang dialami tidak hanya fisik tapi juga secara psikis. Persoalan bertambah dengan biaya pengobatan Covid-19 yang terbilang tidak murah.

“Jika dihitung-hitung, biaya perawatan ayah selama di rumah sakit bisa menyentuh angka Rp 100 juta,” ujar Icha.

Namun, Icha merasa cukup beruntung biaya perawatan ayahnya di rumah sakit ditanggung oleh pemerintah.

Selain itu, pemerintah setempat sangat bertanggung jawab setelah dia melaporkan ke RT/RW terkait kondisi yang dialaminya dan keluarganya.

Icha tidak menyangka akan terkena Covid-19 karena dia dan keluarganya termasuk yang protektif dan disiplin melakukan protokol kesehatan.

“Namun kami pun masih bisa kena. Pengalaman ini membawa kami pada titik terendah yang membuat kami jadi

intropeksi diri dalam menjaga hati dan fisik, yang ringan saja mengerikan apalagi sampai gejala berat,” terangnya.

Kini, protokol kesehatan lebih ketat dilakukan di keluarga Icha dan telah menjadi gaya hidup. Icha berharap pengalaman ini tidak dialami oleh orang lain.

“Tolong jaga kesehatan karena kalau sudah sakit itu lebih susah lagi perjuangannya. Lakukan protokol kesehatan.

Untuk yang mulai merasa ada gejala tolong segera periksa karena cepat atau lambatnya pemeriksaan akan sangat berpengaruh pada proses penyembuhan. Jangan tunggu parah,” pesannya di akhir cerita.

(rb/mus/mus/JPR)

 TOP