alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarbali
Home > Metro Denpasar
icon featured
Metro Denpasar
Wawancara Psikolog Lyly Terkait Bunuh Diri

Orang yang Berpotensi Bunuh Diri Butuh Dukungan Lingkungan Terdekat

30 November 2020, 15: 57: 14 WIB | editor : ali mustofa

Psikolog Lyly Puspa Palupi Sutaryo

Psikolog Lyly Puspa Palupi Sutaryo (IST)

Share this      

Kematian bidan cantik yang juga selebgram bernama Ketut Ayu Wulantari dengan cara bunuh diri dengan melompat dari lantai 4 tempatnya menginap mengagetkan banyak orang.

Banyak yang berempati, menyesalkan, bahkan terheran-heran. Bagaimana tidak? Pelakunya seorang bidan, tentu mengenyam pendidikan yang cukup tinggi, bahkan di bidang kesehatan. Tak hanya itu, ia juga berparas elok dan seorang selebgram, yang tentu banyak disenangi orang lain.

Namun, nasi telah menjadi bubur. Ayu Wulantari telah tiada.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan agar fenomena ini tak terulang lagi? Setidaknya kita bisa mencegah agar bila potensi itu ada. Untuk itu, radarbali.id mewawancarai Lyly Puspa Palupi Sutaryo, MSi., Psikolog di Sub Bagian Psikologi Instalasi Rehabilitasi RSUP Sanglah Denpasar.

Lyly sendiri mengulas tidak secara khusus terkait kasus yang menimpa Wulantari. Ia memberikan ulasan secara umum. Sebab, kata dia, untuk memastikan penyebab bunuh diri pada Wulantari adalah ranah hukum melalui proses penyelidikan.

Berikut petikan wawancara dengan wartawan radarbali.id, I Wayan Widyantara yang dilakukan Senin (30/11).

____

Bagaimana seorang perempuan dapat mengalami titik terendah?

Setiap orang punya kemungkinan untuk berada pada titik terendah dalam hidup, jadi bukan hanya perempuan saja,ya.

Banyak faktor yang bisa memengaruhi.  Yang jelas, kemungkinan permasalahan yang dihadapi yang bersangkutan tersebut sudah sedemikian kompleks dan bisa jadi sudah berlangsung lama namun tidak ditemukan jalan keluarnya.

Secara ekonomi dan popularitas atau menjadi idola banyak orang, perempuan yang bunuh diri ini tentu sudah mencapainya. Namun di usia yang masih muda, justru pilihan bunuh diri dia lakukan. Mengapa pilihan bunuh diri itu bisa muncul?

Secara umum, dipicu oleh gangguan psikologis yang dialami seseorang. Misalnya stres berat, depresi, gangguan bipolar, gangguan kepribadian. Nah, gangguan-gangguan ini muncul sebagai dampak adanya masalah yang dialami oleh individu tersebut dalam kehidupan sehari-harinya. Misalnya dalam relasi pernikahan, pendidikan, di dalam keluarga, pekerjaan dan lain-lainnya.

Ini tentunya membutuhkan pemeriksaan yang komprehensif untuk bisa memahami penyebab seseorang bisa memutuskan untuk bunuh diri.

Apakah krisis kepercayaan diri bisa membuat orang bunuh diri?

Jika krisis kepercayaan diri ini berlangsung lama, kemudian ada pengalaman traumatis yang menyertai sehingga menjadikan masalah lebih berat, bisa jadi membuat individu mengalami depresi. Kondisi inilah yang memunculkan kemungkinan adanya tindakan bunuh diri.

Bisakah lingkungan sekitarnya saat itu yang mendorong kuat keyakinan untuk melakukan bunuh diri? Misalkan, ruangan dengan aura buruk, atau tak ada seseorang di sekitar saat perempuan itu tertekan?

Situasi di mana individu merasa sendiri, tak ada yang bisa menolongnya bisa memperkuat keinginan melakukan tindakan bunuh diri. Oleh karenanya, pada individu yang sudah terdeteksi memiliki ide bunuh diri, membutuhkan pendampingan agar tidak merasa sendiri.

Bagaimana cara membangun diri agar krisis kepercayaan diri untuk bangkit dari keterpurukan itu bisa dilakukan?

Perlu adanya dukungan dari lingkungan terdekat untuk memberikan apa yang dia butuhkan. Misalnya butuh didengarkan curhatannya, perlu diberikan saran, tempat perlindungan yang aman dan lain-lainnya.

Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, individu ini perlu didampingi dalam menemukan lagi makna hidupnya, mensyukuri hal-hal yang dimilikinya saat ini, fokus pada kebahagiaan dirinya, dan meyakinkan dirinya bahwa ia tidak sendiri. Ada orang-orang yang peduli padanya.

(rb/ara/yor/mus/JPR)

 TOP