alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Dipindah ke Kerobokan, Kalapas Pastikan Tak Ada Perlakuan Istimewa

30 November 2020, 19: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

JRX SID, Jerinx, ujaran kebencian, IDI Bali, IDI Kacung WHO, Superman is Dead, dr Suteja, ketua IDI Bali, JRX Dipindah, Lapas Kerobokan, Polda Bali,

JRX SID Saat dipindah dari Rutan Polda Bali ke Lapas Kerobokan, Senin (30/11) (Adrian Suwanto)

Share this      

DENPASAR– Setelah 109 hari mendekam di rutan Mapolda Bali, I Gede Aryastina alias Jerinx, 43, Senin (30/11) dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Kerobokan, Badung.

Di dalam lapas terbesar di Bali itu, Jerinx ditempatkan di blok Wisma Kuta khusus isolasi bagi napi pendatang baru.

Jerinx menghuni blok Wisma Kuta bersama 19 orang napi lainnya yang baru dipindahkan Jumat lalu.

Drummer grup band SID itu akan menjalani isolasi 7 hingga 14 hari ke depan.

“Selama masa isolasi tidak bisa dibesuk,” ujar Kalapas Kerobokan, Yulius Sahruzah kepada Jawa Pos Radar Bali.

Wisma Kuta sendiri memiliki lima ruangan. Menurut Yulius, Jerinx tetap menjalani isolasi meski hasil tes usapnya (swab) negatif. Menghuni sel isolasi sudah menjadi aturan baku selama masa pandemi Covid-19.

Setelah menjalani isolasi, barulah Jerinx ditempatkan ke sel lain berbaur dengan napi lainnya.

“Di Wisma Kuta ini Jerinx terisolasi dari napi lain. Petugas yang jaga juga sesuai standar prokes,” jelasnya.

Yulius menegaskan, kendati Jerinx publik figur, ia tidak akan mendapatkan perlakuan istimewa.

“Di dalam juga banyak public figure, ada mantan wagub, ada mantan bupati, semua diperlakuan sama. Tidak ada perlakuan khusus,” tukas pria yang hobi bersepeda itu.

Sementara itu, Jerinx sampai di dalam Lapas Kelas IIA Kerobokan sekitar pukul 11.00. Musisi kelahiran Kuta itu diangkut mobil tahanan Kejari Denpasar nomor polisi DK 8056 A. Ia dikawal polisi dan jaksa.

Tampak di depan sebelah kursi sopir ada Kasi Pidum Kejari Denpasar I Wayan Eka Widanta.

Jerinx memakai rompi tahanan oranye dan celana pendek. Suami Nora Alexandra itu cengar-cengir, seperti tanpa beban.

Ia juga menggoda polisi yang mengawalnya. Jerinx lantas disambut pelukan hangat istrinya. Jerinx dan Nora kemudian duduk lesehan di depan pintu masuk lapas untuk memberikan keterangan kepada awak media.

Pria kelahiran 10 Februari 1977 itu sempat meminta borgolnya dibuka, tapi ditolak petugas. Jerinx lalu meminta buku coretan tangannya selama ditahan di rutan Mapolda Bali.

Buku itu berisi cerita fiktif yang diberi judul “Global Kaliyuga”. Katanya, cerita itu ditulis di rutan karena dirinya terlalu banyak membaca buku dan mengkhayal. Ia membaca cerita tersebut sekitar tiga menit. “Ini cerita fiksi halu (halusinasi), berjudul Global Kaliyuga,” ucapnya.

Nora yang mengenakan kemaja merah kotak-kotak sibuk menata jambul Jerinx. Di dalam ceirta fiktif itu banyak berisi sindiran dan sarkasme. Misalnya, ia menyebut sejak dulu Bali percaya adanya zaman kaliyuga (zaman kegelapan). “Konsep Nyepi ditiru secara barbar dan militeristik dengan label lockdown, PSBB, zona merah, dan lainnya,” ungkapnya.

Di dalam cerita fiktif itu Jerinx juga mencantumkan tokoh film fiktif Batman, Pak Jarwo, dan Donald Trump. “Kelahiran demokrasi masih bisa diperdebatkan, yang bisa dipastikan adalah matinya demokrasi dibunuh neofasisme global,” cetusnya. 

Jerinx mengaku tidak banyak membawa barang. Ia hanya rutin berolahraga “Barang yang dibawa masker, biar tidak tilang,” selorohnya.

(rb/san/pra/JPR)

 TOP