alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarbali
Home > Travelling
icon featured
Travelling

DTW Ulun Danu Beratan Membludak, Sehari Tembus 1.500 Wisatawan

Kunjungan Tertinggi Selama Pandemi

02 Januari 2021, 07: 28: 11 WIB | editor : ali mustofa

dtw ulun danu, ulun danu membludak, 1500 wisatawan, kunjungan tertinggi, pandemi covid-19, kebun raya bedugul

Suasana aparat petugas Satpol PP Tabanan yang melakukan pengawasan protokol kesehatan bagi pengunjung ke DTW Ulun Danu Beratan, Bedugul, Baturiti, Tabanan (Juliadi/Radar Bali)

Share this      

TABANAN – Sejumlah objek wisata di Puncak Bedugul, Baturiti Tabanan ramai dikunjungi wisatawan saat libur Natal dan Tahun Baru.

Awalnya pihak pengelola pada sejumlah objek wisata puncak Bedugul memprediksi akan mengalami penurunan jumlah kunjungan setelah berlaku surat edaran (SE)

Gubenur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 yang mewajibkan pelaku perjalanan dalam negeri yang berwisata ke Bali dengan menggunakan transportasi udara

harus melakukan pemeriksaan uji swab test PCR dan bagi pelaku wisata jalur transportasi darat pemeriksaan rapid antigen. 

Manager DTW Ulun Danu Beratan I Wayan Mustika mengaku liburan Natal dan Tahun ada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan sejak 25 Desember lalu.

Pihaknya mencatat rata-rata perhari jumlah kunjungan mencapai yang ke DTW Ulun Danu Beratan sebanyak 800 orang dengan dominan wisatawan asal Bali dan luar pulau Bali.

Bahkan, per 1 Januari kunjungan wisatawan tembus di angka 1.500 orang. “Ini peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang tinggi selama pandemi Covid-19.

Pasalnya, setiap hari jumlah kunjungan hanya mampu mencapai 300-400 wisatawan, itu pun saat hari libur Sabtu dan Minggu,” beber Mustika.

Diakuinya kembali, kendati jumlah kunjungan meningkat di DTW Ulun Danu Beratan, namun liburan Natal dan Tahun Baru tahun ini terganggu faktor cuaca.

Hujan yang terus turun di puncak Bedugul membuat wisatawan tidak dapat berbuat untuk menikmati sejumlah tempat-tempat wisata di puncak Bedugul.  

“Tetapi kami tetap bersyukur ini lonjakan kunjungan yang cukup signifikan. Mudah-mudahan tetap berlanjut seterusnya pada tahun 2021,” ungkapnya.

Mustika menambahkan, untuk keamanan dan kenyamanan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Pada intinya kami tetap menekankan kepada pengunjung agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Bahkan, kami melakukan pembatasan jumlah kunjungan yang biasanya 4-5 ribu per harinya kini hanya 2 ribu, setengahnya,” pungkasnya.

Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan juga diakui oleh General Manager Kebun Eka Karya Bali Tito Triputra. Tito mengakui memang ada peningkatan jumlah kunjungan.

Namun tidak seperti tahun baru sebelumnya. Tahun 2019 lalu angka kunjungan tepat di hari libur tahun mencapai 9 ribu kunjungan. Kini berkurang mencapai 20 persen.

Meski terjadi peningkatan jumlah kunjungan pihaknya melakukan pembatasan musim liburan bagi wisata yang ke kebun raya.

Maksimal pihaknya dapat menerima tamu sebanyak 1.500-2.000 orang. Ini pihaknya lakukan untuk mengantisipasi terjadi kerumunan.

“Kami juga tidak membuka sejumlah obyek wisata di kebun raya yang sifatnya indoor tanaman yang berada didalam ruangan. Misalnya rumah kaca. Kami hanya buka kebun raya untuk kegiatan outdoor,” pungkasnya. 

(rb/jul/mus/JPR)

 TOP