alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarbali
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Dipicu Cuaca, Harga Cabai Rawit Tembus Rp 80 Ribu Per Kilogram

04 Januari 2021, 21: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

harga cabai, cabai rawit, cuaca, cabai besar, komoditi pertanian, Pemkab karangasem, harga cabai naik,

Pedagang bumbu dapur di Pasar Timur Amlapura kini menjual cabai mencapai Rp80 ribu per kilogram. Mahalnya harga cabai ini dipicu cuaca hujan yang terus terjadi sejak Desember 2020 lalu. (Zulfika Rahman)

Share this      

AMLAPURA- Komoditi cabai mengalami lonjakan harga yang signifikan sejak dua hari menjelang pergantian tahun.

Kondisi ini dipicu cuaca hujan yang berlangsung sejak awal Desember membuat tanaman cabai terutama cabai rawit mengalami kerusakan. Kondisi ini berimbas pada kenaikan harga cabai di pasar tradisional.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, Senin (4/1) di Pasar tradisional Amlapura Timur, bahan dapur yang memiliki nama latin capsicum frutescens ini harganya mencapai Rp 80 ribu per kilogram dari yang sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram.

Sementara untuk harga cabai besar mencapai Rp40 ribu per kilogram dari yang sebelumnya Rp24 ribu per kilogram. 

Salah seorang pedagang bahan dan bumbu dapur Ni Wayan Wardani mengungkapkan kondisi kenaikan harga cabai ini terjadi dua hari menjelang pergantian tahun baru.

Saat itu, untuk harga cabai kecil ia harga jualnya sudah mencapai Rp 40 ribu per kilogram. “Harganya terus naik. Sekarang harga jualnya sudah mencapai Rp 80 ribu per kilo,” ujarnya.

Cabai kecil yang ia dapatkan tersebut merupakan cabai pasokan dari Jawa Timur.

Kenaikan harga cabai kata dia akibat musim hujan yang terus berlangsung dan membuat tanaman cabai jadi rusak.

“Karena hujan, hasil panen petani jadi turun. Karena pasokan sedikit, otomatis harganya naik dua kali lipat,” kata pedagang asal Lingkungan Batan Nyuh, Kecamatan Karangasem ini.

Salah seorang pembeli, Iwan yang keseharianya sebagai pedagang Bakso terpaksa mengurangi pembelian cabai kecil yang digunakan sebagai sambal. Biasanya, untuk kebutuhan sambal ia membeli cabai setengah kilogram.

“Sekarang seperempat aja. Mahal kalau beli setengah kilo,” akunya.

Ia berharap, harga cabai kembali normal sehingga semua masyarakat bisa membeli kebutuhan seperti biasa.

Terlebih di masa pandemi yang masih cukup sulit. 

(rb/zul/pra/JPR)

 TOP