alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarbali
Home > Features
icon featured
Features
Kisah Dandim 1609/Buleleng Positif Covid-19

Tak Rasakan Gejala, Kini Siap Rutin Donor Plasma Darah

08 Januari 2021, 09: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

pandemi covid-19, kisah penyintas covid-19, dandim buleleng, positif covid-19, tak rasakan gejala, rutin donor, donor plasma darah

PENYINTAS COVID-19: Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

Komandan Kodim 1609/Buleleng Letkol Inf Windra Lisrianto sempat dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Ia dinyatakan pulih setelah melakukan proses isolasi mandiri selama 10 hari.

EKA PRASETYA, Singaraja

VIRUS SARS-CoV-2 yang memicu covid-19 bisa menjangkiti siapa saja. Komandan Kodim 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto merupakan salah seorang penyintas covid-19.

Ia sempat dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19 pada awal Desember 2020 silam. Sempat melakukan isolasi mandiri, ia telah beraktivitas kembali pada pertengahan Desember lalu.

Kepada wartawan, Windra mengungkapkan dirinya dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19 pada 1 Desember 2020 lalu.

Saat itu ia mengaku bingung, dari mana mendapatkan virus SARS-CoV-2. Padahal ia sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Peristiwa bermula saat salah seorang personil di Markas Kodim 1609/Buleleng dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19.

Setelah dilakukan tracing, ternyata salah seorang personil yang ditugaskan di rumah jabatan Dandim juga diduga terkonfirmasi positif.

Setelah dilakukan rapid test, ternyata personil itu dinyatakan reaktif. Windra pun ikut melakukan rapid test. Hasilnya juga reaktif.

“Saya kemudian di-swab di RS Pratama Giri Emas. Ternyata tanggal 1 Desember malam itu keluar hasil, saya dan istri dinyatakan terkonfirmasi positif covid,” kata Windra.

Setelah dinyatakan terkonfirmasi positif covid, ia kemudian menjalani pengambilan foto thorax di RS Bali Med Singaraja.

Dokter spesialis paru dan dokter spesialis penyakit dalam menyatakan kondisi thorax Windra dan istrinya dalam kondisi aman. Sehingga diizinkan melakukan isolasi mandiri.

Windra mengaku tak tahu pasti dari mana ia dan personilnya terpapar covid-19. Apakah personilnya yang menularkan covid-19, atau justru dirinya yang menularkan covid-19 pada personilnya.

Sebab aktivitas yang ia jalani selama beberapa bulan terakhir cukup tinggi. Sebelum dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19, Mantan Kasi Intel Korem 073/Makutarama itu mengaku tak merasakan gejala apapun.

Ia mengaku hanya sempat terjadi sekali perubahan pada 26 November 2020 lalu, 5 hari sebelum dinyatakan terkonfirmasi positif covid.

“Waktu itu saya tidur, terus terbangun jam 01.00 dini hari. Badan saya ini basah sama keringat, sampai ke seprai.

Tumben saya seperti itu. Kemudian saya ganti baju, tidur lagi, paginya sudah tidak rasakan apa-apa. Besoknya pun sampai dinyatakan terkonfirmasi covid, saya tidak rasakan gejala apapun,” jelasnya.

Selama menjalani isolasi mandiri, ia mengaku hanya berusaha menjaga imun tubuh. Tiap hari ia mengonsumsi vitamin C sebanyak 1.000 mg sehari, sesuai dengan yang direkomendasikan dokter.

Kini setelah sempat dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19, Windra mengaku menerima hal tersebut dengan lapang dada.

Kini ia pun siap menyumbangkan plasma darahnya untuk membantu para penderita covid-19 yang menunjukkan gejala berat.

“Selagi saya masih bisa membantu orang lain, saya akan terus membantu. Mungkin ini akan jadi catatan amal bagi saya,” ujarnya.

Ia pun menghimbau agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan. Bagi Windra, melaksanakan 3M saja tidak cukup.

Setelah dinyatakan terkonfirmasi positif ia menerapkan 4M. yakni menghindari kerumunan dan menjaga jarak, mencuci tangan, menggunakan masker, serta menjaga imun tubuh.

Windra yakin ia terpapar covid-19 gara-gara imun tubuhnya sempat turun, sehingga virus dengan mudah masuk dan menjangkiti tubuhnya. (*)

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP