alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Tiga Rumah Rusak, Warga Buleleng Dihimbau Waspada Bencana Longsor

08 Januari 2021, 21: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

tiga rumah rusak, bencana lonsor, hujan lebat, waspada bencana longsor, warga buleleng, BPBD Buleleng, BMKG,

Petugas saat mengecek ke lokasi musibah longsor di Desa Selat (Eka Prasetya)

Share this      

SINGARAJA– Warga Buleleng yang tinggal di wilayah perbukitan, dihimbau mewaspadai potensi bencana longsor.

Intensitas hujan yang tinggi sejak dua pekan terakhir, memicu meningkatnya potensi musibah tanah longsor.

Dalam sepekan terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mencatat ada tiga peristiwa tanah longsor di Buleleng. Masing-masing terjadi di Desa Mengening Kecamatan Kubutambahan, Desa Nagasepaha Kecamatan Buleleng, dan Desa Selat Kecamatan Sukasada.

Peristiwa pertama terjadi di Desa Mengening pada Senin (4/1) lalu. Saat itu rumah warga di Banjar Dinas Sangker, Desa Mengening diterjang material tanah longsor.

Saat itu rumah milik Wayan Wardana rusak diterjang longsor. Bahkan keluarga ini nyaris tertimbun material longsor.

Peristiwa longsor juga terjadi di Banjar Dinas Delod Margi, Desa Nagasepaha pada Selasa (5/1). Saat itu rumah milik Wayan Seket, 50, juga rusak diterjang longsor. Saat itu pemilik rumah dan keluarganya berada di ruang keluarga. Tiba-tiba saja tembok di belakang rumah longsor dan merusak tembok belakang.

Terakhir peristiwa longsor juga terjadi di Desa Selat. Rumah yang dihuni Ni Luh Nasih juga diterjang longsor pada Selasa (5/1). Dampaknya bangunan kamar tidur dan atap rumahnya rusak. Bahkan sebagian rumahnya kini dalam posisi rawan, karena rumah itu terletak di atas tebing. Pemilik rumah terpaksa mengungsi di rumah mertuanya.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Ida Bagus Suadnyana mengatakan, potensi tanah longsor di Buleleng cukup tinggi. Terutama bagi warga yang tinggal di wilayah pemukiman. Suadnyana menyebut, di seluruh kecamatan ada saja desa yang masuk dalam peta rawan longsor.

Ia pun meminta agar pemerintah desa terus melakukan sosialisasi dan edukasi pada warga yang tinggal di wilayah lereng. “Memang kami sangat menganjurkan warga yang tinggal di wilayah perbukitan, terutama yang kemiringannya di atas 30 derajat meningkatkan kewaspadaan. Bahkan bila perlu mengungsi untuk sementara waktu,” kata Suadnyana.

Suadnyana menyatakan saat ini belum masuk puncak musim penghujan. Diperkirakan musim penghujan akan memasuki puncaknya pada bulan Februari hingga Maret mendatang.

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP