alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

30 Warga Terpapar Covid-19, Banjar Pangembungan Diawasi Ketat Polisi

13 Januari 2021, 23: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

covid-19, corona, puluhan warga terpapar, positif Covid-19, Polda Bali, Polres Gianyar, posco Covid-19, karantina mandiri,

Wakapolda Bali Brigjen Pol. Rockye Harri Langie saat mengecek dan memantau Posko di Banjar Pangembungan, Tampaksiring, Gianyar. (IB Indra Prasetya)

Share this      

GIANYAR – Ledakan kasus Covid-19 di Banjar Pangembungan, Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring mendapat pengawalan ketat dari petugas kepolisian.

Salah satu bentuk pengawasan kepolisian itu, yakni dengan membentuk posko di banjar tersebut.

Selain mendirikan posko, warga setempat juga diminta taat menjalankan karantina.

Hal itu seperti terungkap saat kedatangan Wakapolda Bali, Brigjen Pol. Rockye Harri Langie, Rabu (13/1).

Kata wakapolda, ada dua posko penjagaan yang didirikan di wilayah perbatasan Banjar Pangembungan.

Posko pertama dekat simpang tiga perbatasan Banjar Pesalakan-Banjar Pengembangan.

Lalu, posko kedua di perbatasan Banjar Pengembungan-Banjar Sanding.

“Kami mendatangi wilayah Banjar Pengembungan untuk memantau situasi di lokasi klaster dan menanyakan kronologis terjadinya klaster yang diduga klaster keluarga ini,” ujar Wakapolda, disela pemantauan.

Selain itu, saat kunjungan, pihaknya juga meminta agar dilakukan upaya dan langkah-langkah dari instansi terkait terhadap adanya penyebaran klaster keluarga di wilayah tersebut.

“Sekaligus memberikan saran untuk melaksanakan pengawasan ketat terhadap warga yang sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19 agar melakukan karantina,” pintanya.

Tujuannya, agar menghindari aktivitas lain yang dapat meningkatkan penyebaran virus Covid-19.

Sementara itu, sesuai rencana, pelaksanaan rapid test antigen bagi warga banjar akan digelar, Kamis esok (14/1).

“Kami meminta untuk disiapkan tempat yang strategis dan mengatur makanisme pelaksanaan kegiatan rapid test antigen massal. Dan kepada petugas agar menyiapkan diri semaksimal mungkin baik fisik dan kelengkapan tugas,” terangnya.

Kapolres Gianyar, AKBP I Dewa Made Adnyana, menambahkan, Wakapolda Bali berserta pejabat utama untuk memantau situasi.

“Beliau melakukan kunjungan ke Desa Pejeng Kangin untuk memantau situasi lokasi klaster penyebaran Covid-19 di wilayah ini,” ujarnya.

Polres Gianyar juga telah mendapat arahan dan petunjuk dalam mengawal ledakan kasus tersebut.

“Diberikan juga arahan untuk melakukan pengawasan ketat kepada anggota dan diharapkan melaksanakan tugas sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, tercatat ada 30 orang yang sempat terpapar Covid-19.

Dari total itu, dua orang diantaranya terpaksa harus dirawat di rumah sakit.

Sisanya, 28 orang menjalani karantina. Sedangkan dari total 28 orang yang menjalani karantina mandiri, dari hasil pemeriksaan, belasan orang hasilnya dinyatakan negatif.

Meski ada yang negatif, mereka tetap diminta menjalani karantina.

Dari penelusuran awal, kasus Covid berawal dari seorang tenaga kesehatan asal banjar itu yang terpapar Covid. Kemudian merembet di lingkungan keluarga.

(rb/dra/pra/JPR)

 TOP