Pada Cap Go Meh ini ada ribuan umat untuk melangsungkan persembahyangan dan juga dibarengi dengan penampilan aktivitas serta kreativitas seni.
Adi Dharmaja Kusuma selaku Penanggung Jawab Vihara Dharmayana Kuta menerangkan bahwa perayaan Cap Go Meh merupakan rangkaian terkahir perayaan Imlek 2574 dan merupakan purnama pertama pada Imlek tahun ini.
“Di Vihara Dharmayana Kuta melaksanaan ini dan semua komponen warga Tionghoa yang masih merawisi ajaran leluhur pasti melakukan penghormatan pada Cap Go Meh ini,” jelas Adi Dharmaja, kemarin.
Lebih lanjut, di Vihara Dharmayan Kuta persembahyangan secara umum sudah dibuka. Bahkan yaang datang silih berganti secara bergiliran. Di Vihara Dharmayan Kuta juga diisi persembahyangan Ciswak atau tolak bala. “Umat yang sio berbenturan pada tahun baru imlek persembahyangan Ciswak atau tolak bala untuk mengurangi keapesan. Kita melakukan persembahyangan tersebut. Lumayan banyak melakukan persembahyangan ini. Sampai siang kemarin sudah 1.400 orang, kita target untuk persembahyangan Ciswak sampai 2000an orang. Selain itu umat yang datang pada Cap Go Meh kami perkirakan 2500 orang. Ada juga tamu asing yang liburan ke Bali sekaligus melakukan persembahyangan Cap Go Meh di sini,” bebernya.
Pada persembahyangan Cap Go Meh juga diiringi oleh Gamelan Bali dari Banjar Pemamoran Kuta. Hal ini juga sudah berlangsung dari dulu untuk turut serta mengiringi persembahyangan.
Bahkan ini sudah terjalin dari turun temurun yang dilakukan dari dulu dan ini sebagai bentuk alkulturasi sejak lama. Selain itu kegiatan lainnya juga diisi aktivitas dan kreativitas seni potensi yang ada di vihara.
“Harapan kami secara umum pada Cap Go Meh diberikan berkah kemuliaan untuk bisa menjaga stabilitas keamanan, ekonomi maju, kesejahteraan, kebahagiaan dan kedamaian. Begitu juga Imlek tahun ini adalah Sio Kelinci ini seperti sifat kelinci kelihatan imut tetapi tidak jinak, selalu lincah dan efektif serta produktif, “ jelasnya.
Untuk diketahui Cap Go Meh ini melambangkan hari ke-15 dan sekaligus merupakan penutupan perayaan tahun baru Imlek. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari ke-15 dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari. Perayaan ini biasanya dimeriahkan dengan jamuan besar dan berbagai kegiatan. Seperti di Vihara Dharmayana Kuta / Leeng Gwan Bio, perayaan akan dilanjutkan dengan berbagai pentas seni Vihara Dharmayana Kuta atau Kongco Leng Gwan Bio Kuta merupakan salah satu tempat ibadah dengan pemujaan utama Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin. Vihara Dharmayana Kuta tidak hanya dikunjungi oleh warga Tionghoa-Indonesia saja melainkan di kunjungi juga oleh penduduk asli Bali yang beragama Hindu dan Buddha. Vihara Dharmayana Kuta terletak di jalan Blambangan dengan luas 35 are.
Tiga prasasti tertua yang ada di Vihara Dharmayana Kuta berupa empat papan syair berpasangan yang bertuliskan 1876, 1879, dan 1880. Pada tahun tersebut Vihara Dharmayana Kuta menambahkan bangunan khusus untuk sembahyang umat Buddhis yang disebut dengan bangunan Dharmasala. (dwija putra/radar bali) Editor : Hari Puspita