Kadis PUPR Badung, Ida Bagus Surya Suamba mengakui bahwa saat ini melakukan pengerjaan pemasangan gorong-gorong di Jalan Raya Anggungan. Sebab, gorong-gorong tersebut sudah ambrol dan berbahaya. Diperkirakan, gorong-gorong tersebut sudah dibuat sejak lama dan berbahan dari tanah.
“Gorong-gorongnya itu dari tanah, sudah ambrol di bawah. Kalau seandainya kita tidak tindaklanjuti, nanti ada beberapa kendaraan bermuatan berat saja yang lewat, jalan itu bisa jebol dan membahayakan pengendara yang lewat,” terang Surya Suamba, Minggu (12/2/2023).
Menurutnya, gorong-gorong di kawasan Jalan Raya Anggungan sudah sejak lama dan kemungkinan ada sebelum zaman kemerdekaan. Sekarang gorong-gorong tersebut akan diganti dengan jenis beton.
Namun pemasangan beton dan juga pengaspalan kembali jalan yang jebol akan rampung dalam seminggu ke depan. “Kami mengganti gorong-gorong yang memang sudah rusak dengan gorong-gorong yang baru dengan beton dan ini pasti lebih kuat. Kira-kira memakan waktu seminggu pengerjaan. Setelah gorong-gorong dipasang, kemudian kami uruk dan aspal lagi di atasnya,” beber pria asal Tabanan ini.
Sementara Lurah Lukluk, I Gede Wisnu Bhayangkara, mengakui awalnya warga di sekitar jalan tersebut melihat gorong-gorong di bawah sudah mulai jebol dan keropos. Karena kondisi tersebut, dirinya segera berinisiatif untuk berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung.
“Awalnya warga melihat gorong-gorong jebol di bawah. Mungkin karena sudah lama dan tidak kuat lagi. Kemudian saya koordinasikan dengan PUPR. Setelah PUPR meninjau ke lokasi, karena dilihat dan dinilai sudah membahayakan, maka Dinas PUPR akan mengganti gorong-gorong itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, dalam beberapa hari terakhir akses jalan utama yang menghubungkan Jalan Raya Anggungan menuju Desa Penarungan tidak bisa dilalui untuk sementara waktu sampai pemasangan gorong-gorong selesai.
Bahkan banyak pengendara yang harus putar balik. Meski sebetulnya, di titik-titik sentral seperti perempatan Jalan Raya Sempidi-Jalan Raya Perang-Jalan Raya Anggungan-Jalan Raya Kapal, khususnya yang menuju Jalan Raya Anggungan, sudah dipasang pengumuman atau imbauan untuk mencari jalan alternatif lain. [made dwija putra/radar bali]
Editor : Hari Puspita