Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Badung Tetapkan 21 Nominasi Ogoh-ogoh Terbaik, Ini Mereka yang Lolos Karyanya

Hari Puspita • Jumat, 10 Maret 2023 | 19:05 WIB
MELENGGANG KE 21 NOMINASI: Ogoh-ogoh karya STT  Acarya Perkasa berjudul Mahakala Bhairawa  yang semua bahanya serba alami ini salah satu yang lolos 21 nominasi ogoh-ogoh terbaik di Badung (foto:istimewa)
MELENGGANG KE 21 NOMINASI: Ogoh-ogoh karya STT Acarya Perkasa berjudul Mahakala Bhairawa yang semua bahanya serba alami ini salah satu yang lolos 21 nominasi ogoh-ogoh terbaik di Badung (foto:istimewa)
MANGUPURA, Radar Bali.id – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) Badung telah menetapkan 21 ogoh-ogoh se- Kabupaten sebagai nominasi terbaik pada penilaian tingkat zona. Para nominasi terbaik tersebut akan dilakukan penilaian kembali di tingkat kabupaten yang berlangsung dari tanggal 12-14 Maret 2023 mendatang untuk menentukan yang terbaik.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha mengatakan bahwa untuk penilaian terhadap ogoh-ogoh karya Sekaa Teruna (ST) dan Yowana di Kabupaten Badung melalui dua penilaian. Pertama penilaian tingkat zona dan penilaian tingkat kabupaten.

Namun untuk tingkat zona penilaian dibagi menjadi tujuh zona dan dicari tiga terbaik di masing-masing zona. Karena di Badung ada 594 sekaa teruna dan yowana di Gumi Keris yang dinilai karya ogoh-ogohnya.

“Penilaian pertama dilakukan di tingkat zona. Ada tujuh zona yang kami tentukan. Masing-masing zona sudah diputuskan tiga nominasi terbaik, dan sudah diumumkan pada 5 Maret 2023.  Ada 21 ogoh-ogoh yang nantinya akan dinilai pada penilaian tingkat kabupaten,” ujarnya, Kamis (9/3/2023).

Lebih lanjut, penilaian tingkat kabupaten akan ditentukan 6 juara. Yakni terbaik I, II, III, Harapan I, Harapan II, dan Harapan III.  Namun untuk unsur-unsur penilaian sejatinya sama dengan penilaian di tingkat zona. Hanya yang membedakan adalah juri yang menilai.

“Tim juri untuk penilaian tingkat zona berbeda dengan tim juri untuk penilaian tingkat kabupaten. Juri-juri yang kami pilih berasal dari unsur profesional yang memahami seni, adat, agama, tradisi dan budaya. Anggota tim juri tidak terlibat dalam proses pembuatan ogoh-ogoh peserta lomba,” beber Mantan Camat Petang ini.

Adapun yang dinilai antara lain dari unsur estetika (Satyam) berupa tema, bahan ogoh-ogoh yang ramah lingkungan, teknik konstruksi, anatomi/proporsi, ekspresi, kreativitas (penggunaan teknologi).

Sedangkan penilaian dari unsur etika (siwam) berupa aksesoris baik dari segi gelungan, pepayasan dan dan yang lainnya. Sementara penilaian unsur religius (Sundaram) berupa sumber sastra dan nilai-nilai Agama Hindu. [made dwija putra/radar bali]

  Editor : Hari Puspita
#ogoh-ogoh di Badung #ogoh-ogoh #lomba ogoh-ogoh #Jelang Nyepi Caka 1945