Dituturkan si pemilik rumah, seekor burung puter (Streptopelia decaocto) miliknya menjadi korban dari rasa lapar si ular bermotif batik tersebut. “Dia tidak bisa keluar dari sangkar burung setelah kenyang menyantap burung puter,” ujar Wayan Widyantara.
Beruntung aksi si ular cepat diketahui dan segera diamankan, sehingga tidak ada lagi burung lain milik Widyantara yang menjadi korban.
Sebagai informasi, beberapa hari ini, wilayah Kuta Selatan pada dini hari sering diguyur hujan. Biasanya, musim seperti ini, telur-telur ular menetas karena kelembapan yang lebih tinggi. [wayan widyantara/radarbali] Editor : Hari Puspita