Kadis Pertanian dan Pangan Badung, I Wayan Wijana, menerangkan antisipasi penularan penyakit yang bersifat zoonosis ini dilakukan dengan sosialisasi kepada masyarakat oleh para petugas Disperpa Badung di lapangan.
“Saat ini di Badung belum ada laporan terkait kasus meningitis. Kami terus melakukan upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mencegah penularan penyakit hewan ke manusia,” jelas Wijana, Sabtu (29/4).
Lebih lanjut, babi di Badung berdasarkan data hasil vaksinasi PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) sejumlah 31.600 ekor. Kepada masyarakat yang beternak babi, Disperpa Badung meminta agar menerapkan biosecurity dengan menjaga kebersihan kandang serta secara rutin melakukan spraying untuk mencegah berkembangnya bakteri penyebab Meningitis yaitu Streptococcus suis.
“Kesadaran masyarakat untuk menerapkan biosecurity di Badung sudah cukup baik,” kata Mantan Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setda Badung.
Selain itu juga memfasilitasi dengan penyediaan disinfektan dan obat-obatan untuk menjaga kesehatan hewan milik warga. “Kami juga mengimbau masyarakat agar menghindari konsumsi daging babi yang mentah, dan harus dimasak dengan matang,” jelasnya. (dwi)
Editor : Donny Tabelak