Libur Galungan dimanfaatkan masyarakat lokal untuk menghabiskan waktu dengan berwisata ke berbagai objek wisata, salah satunya Objek Wisata Sangeh, di Abiansemal, Badung.
TEMPAT wisata yang mengandalkan satwa monyet warna abu-abu berekor Panjang alias Macaca fascicularis ini tetap punya daya Tarik tersendiri. Objek wisata ini menarik minat wisatawan yang ingin melihat hingga memberi makan monyet-monyet secara langsung.
Ketua Pengelola Obyek Wisata Alas Pala Sangeh, I Made Mohon, dalam keterangannya menyebutkan bahwa ada sebanyak 1.500 warga lokal mengunjungi Sangeh selama libur Galungan. Angka ini tentunya meningkat pesat dibandingkan dengan hari-hari biasanya.
“Pas hari H Galungan atau puncak hari raya, turis lokal atau warga Bali tidak seberapa dan masih terhitung ratusan orang. Tapi saat Umanis Galungan, warga lokalnya saja sudah 1.500 orang lebih,” tuturnya.
Disebutkan selama beberapa bulan belakangan, kunjungan di Sangeh hanya berkisar 1.000 hingga 2.000 orang per hari. Jumlah ini pun merupakan total dari wisatawan lokal dan mancanegara.
Kunjungan kian membaik setelah hanya mencapai 200 orang per hari ketika tahun 2022 lalu. Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan tak terlepas dari aktivitas memberi makan monyet yang ditawarkan Objek Wisata Sangeh.
Terkait dengan monyet-monyet yang ada di obyek, Made Mohon menjamin hewan ini tidak galak dan masih aman jika wisatawan ingin mencoba memberikan makan secara langsung.
Sebelumnya, monyet-monyet di Sangeh sempat galak karena pasokan makanan oleh pengelola serta stok di hutan yang menipis. Namun, saat ini ia kembali memastikan monyet-monyet sudah semakin bersahabat dan aman dari rabies.
“Monyet di Sangeh tidak galak. Kalau kita tidak mengganggu atau memancing. (Monyet-monyet) pasti jinak jika diberi makan,” tuturnya. [*]
Editor : Hari Puspita