MANGUPURA- Heboh, sebuah mobil viral karena tersangkut di pasir Pantai Pandawa, Sabtu kemarin (19/8) sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 WITA.
Manajer Pengelola Pantai Pandawa, I Wayan Letra membenarkan adanya kejadian ini di Pantai Pandawa. Namun berbeda dari informasi yang berseliweran di sosial media, mobil dalam video tersebut bukan dikendarai oknum Warga Negara Asing (WNA). Mobil tersangkut ini dikendarai warga domestik yang diketahuinya bernama Pak Gandrus."Bukan WNA, melainkan domestik. Beliau kira kontur pasir di Pantai Timbis padat sama seperti di Kuta," tuturnya.
Menurut pengakuan pengemudi mobil, ia ingin melihat ke sisi timur Pantai Timbis. Kemungkinan karena malas berjalan kaki melewati proyek penataan di sekitar yang berdebu, Pak Gandrus akhirnya memakai mobil untuk sampai ke tujuan.
Letra pun melihat kejadian ini bukan karena aksi ugal-ugalan. Karena konturnya yang gembur, ban mobil slip ketika tidak sengaja dimasukkan sedikit ke pasir.
Mobil beserta pengemudinya saat ini sudah berhasil dievakuasi dengan cepat dan kembali dengan selamat, karena mobil tergolong ringan dan posisinya tak terlalu jauh ke bibir pantai. Sehingga cukup ditarik dengan tali saja sudah bisa dievakuasi. "Sudah saat itu juga kita evakuasi. Kebetulan di situ masih ada alat berat, kita minta bantuan dari operatornya dan langsung kita tarik," jelasnya.
Kejadian ini cukup disayangkannya, terlebih dari pihak pengelola sudah memasang tanda larangan melintas atau membawa mobil, motor, dan sejenisnya sampai ke pasir. Larangan sudah dipasang karena mengingat kontur pasir di Pantai Pandawa yang berbeda dari Pantai Kuta maupun Pantai Sanur.
"Padahal kami sudah ada larangan, dilarang mengendarai mobil masuk ke pasir. Tetapi saya pahami tidak semua mungkin yang baca atau (pelanggar, red) ingin coba kendaraannya sendiri. Kan kadang-kadang beda karakter orang," sambungnya.
Disebutnya kejadian ini bukan kali pertama di kawasan Pantai Pandawa. Sebelumnya pernah ada kejadian WNA mengendarai mobil di pagi hari, ketika belum ada penjagaan di pantai. Akibatnya mobil tersangkut dan dievakuasi dengan alat berat.
Kedepannya, pihak pengelola akan selalu melakukan atensi dengan petugas yang selalu standby di lokasi. Tak hanya itu, kesadaran pengunjung terhadap larangan yang ada diharapkannya dapat mencegah hal serupa. "Kami berharap kepada semua pengunjung kawasan selalu mengikuti petunjuk dan ketentuan yang berlaku untuk keamanan dan kenyamanan kita bersama," imbau Letra. (*)
Editor : Donny Tabelak