MANGUPURA,radarbali.id - Sejumlah warga dari sekitar kawasan Perumahan Griya Tansa Trisna, Banjar Dukuh Dalung, Kuta Utara, Badung nampak silih berganti mengantre air bersih di Gedung Serbaguna, kemarin (25/9/2023). Kebanyakan dari mereka membawa dua buah galon air isi ulang untuk menampung air dan dibawa ke rumah masing-masing.
Sejumlah warga mengungkap, kondisi ini sudah terjadi selama dua hari belakangan karena adanya proyek gorong-gorong dari Dinas PUPR Badung sejak Rabu (20/9) hingga Rabu (4/10) mendatang. Tepatnya gorong-gorong di depan SD Imanuel Dalung.
Akibatnya aliran air PDAM macet total dan warga sekitar terpaksa mengambil air di Gedung Serbaguna yang airnya bersumber dari sumur.
Baca Juga: Pemkab Jembrana Sabet 4 Penghargaan BKN Award 2023
"Saya ga punya penampungan air (di rumah, red). (Air yang diambil, red) untuk keperluan MCK dan masak, sumber airnya dari sumur," kata salah satu warga, Made Suardana.
Sumur tersebut dibangun secara gotong royong oleh warga lantaran sering terjadinya kejadian air mati sejak satu tahun lalu. Disebutnya sumur ini memiiki kapasitas 100 liter dan dilengkapi mesin sedot yang bekerja nonstop 24 jam.
Ia pun mengaku sudah bolak-balik ke Gedung Serbaguna sebanyak lebih dari lima kali sejak pukul 05.00 WITA hanya untuk mengambil air bersih.
"Saya untung rumahnya deket, ini (warga, red) yang lain kasihan jauh-jauh. Perlunya sehari sekitar 20 galon," sambungnya.
Beberapa warga yang mengantre juga ada yang mencoba memaklumi kondisi yang terjadi karena pengerjaan gorong-gorong. Namun, sejumlah warga menyebutkan pada Minggu (24/9) lalu air tangki tak kunjung datang, sehingga air bersih semakin sulit didapatkan.
Direktur Teknik Perumda Air Minum (Perumdam) Tirta Mangutama Kabupaten Badung atau dikenal juga dengan PDAM Badung, I Wayan Suarsa membenarkan kondisi air mati total di kawasan Dalung dan Kerobokan pada beberapa hari belakangan.
"Kenapa (air PDAM, red) terganggu, karena pipa kita kan harus direlokasi. Begitu perbaikan gorong-gorong, kita harus merelokasi pipa, jadi kita harus tutup dulu," paparnya.
Pengerjaan gorong-gorong ini melibatkan tiga pipa dari PDAM Badung. Di antaranya pipa 6, pipa 8, dan pipa 14. Pipa 6 dan pipa 8 yang meliputi daerah Kwanji, Padang Luwih, Tegal Jaya, Legian, Muding, dan Seminyak sudah rampung lebih dulu.
"Sehingga tinggal pipa 14 yang melayani Dalung dan Kerobokan yang rencananya selesai jam 19.00 WITA tanggal (25/9). Sehingga malam harinya kita berproses untuk melakukan flushing pembuangan air-air yang tersisa, itu kan pasti kotor," sambungnya.
Setelah air-air sisa ini dibuang, prosesnya akan dilanjutkan dengan pemadatan selama semalaman. Sehingga diperkirakan air bersih sudah dapat tersalurkan di wilayah Dalung dan Kerobokan seperti biasanya pagi ini (26/9).
Namun selama air mati total, pihaknya sudah selalu mengirimkan air tangki untuk wilayah-wilayah yang terdampak dan standby di lapangan. (ari)