MANGUPURA-Wisatawan mancanegara (wisman) acap berulah di Kabupaten Badung. Bahkan tak jarang kejadian-kejadian yang melanggar hukum tersebut menjadi viral di sosial media.
Hal ini pun menjadi sorotan Komisi I DPRD Badung akan pentingnya Satpol PP yang khusus menangani sektor pariwisata. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Badung, Made Ponda Wirawan mengatakan, ide ini muncul usai kunjungan kerja ke Surabaya yang sudah memiliki Satpol PP Pariwisata.
"Sangat urgent dan sangat pentinglah kita di Badung juga memiliki Satpol PP Pariwisata. Apalagi perilaku daripada wisman yang sekarang hadir di Kabupaten Badung, kan tidak sama semua dan ada yang sedikit viral," paparnya, Selasa (26/9).
Oleh karenanya, dikeluarkan usulan agar Satpol PP Pariwisata sudah bisa terbentuk di tahun 2024 mendatang. Pembentukan Satpol PP Pariwisata ini pun nantinya bisa dianggarkan di tahun 2024.
"Sehingga apa yang menjadi permasalahan selama ini bisa kita antisipasi lebih awal. Tahun 2024 kita akan kawal semaksimal mungkin," sambungnya.
Menanggapi usulan tersebut, Kepala Satpol PP Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan bahwa Satpol PP Pariwisata ini sudah pernah dibicarakan dan disepakati dalam rapat koordinasi di tingkat provinsi pada pertengahan bulan lalu.
Satpol PP Pariwisata ini nantinya tak hanya bertugas untuk melakukan pengawasan atau pengamanan setempat. Tetapi minimal juga bisa berbahasa Inggris dan memiliki attitude yang baik. Sehingga mereka bisa berperan juga untuk memberikan informasi kepada wisman.
"Rencana 2024 sudah bisa terlaksana di masing-masing daerah. Minimal orangnya dulu kita tugaskan di Daya Tarik Wisata (DTW), kita memanfaatkan tenaga-tenaga yang kita miliki," paparnya.
Satu DTW minimal akan diturunkan satu regu yang berisikan enam hingga sepuluh orang petugas. Sementara kawasan-kawasan yang ramai dikunjungi diupayakan minimal diisi oleh dua regu.
"Kita akan prioritaskan dulu obyek-obyek wisata ramai, misalnya Pantai Kuta, Pantai Pandawa, dan Pecatu. Artinya di Kuta Selatan minimal ada dua, Kuta ada dua, dan Kuta Utara dua," sambungnya. (*)