MANGUPURA, Radar Bali.id - Peragaan busana atau fashion show turut memeriahkan HUT Mangupura ke-14 di Puspem Badung, kemarin (21/10/2023). Acara yang diprakarsai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Badung ini melibatkan total 408 peserta.
Di antaranya para Camat dan Ketua TP. PKK Kecamatan se-Kabupaten Badung; Perbekel dan Lurah beserta Ketua TP.
PKK Kelurahan dan Ketua TP. PKK seluruh Badung; Pengurus Anggota TP. PKK Kecamatan, Desa, dan Kelurahan se-Kabupaten Badung.
Selain itu, dimeriahkan juga dengan persembahan Parade Busana oleh seluruh anggota TP. PKK Kabupaten Badung; Ketua Gatriwara; Ketua DWP; Ketua WHDI; Ketua IBI; hingga Ketua GOW Kabupaten Badung.
Para peserta berlenggak-lenggok di atas panggung dengan menampilkan tiga kategori busana, yakni busana endek kerja hari Selasa; busana endek kerja hari Kamis; dan busana ke pura. Kepala DPMD Badung, I Komang Budhi Argawa menyebutkan busana yang dikenakan merupakan produksi dan desain dari Badung.
Hal ini bertujuan untuk memberdayakan UMKM yang ada di Badung melalui pelestarian pakaian endek dan pakaian tradisional Bali. Mengingat juga adanya kebijakan penggunaan endek sebagai pakaian kerja.
“Kegiatan ini kita laksanakan dengan adanya regulasi aturan Gubernur dan Bupati untuk menggunakan pakaian endek untuk kerja dan setiap hari Kamis menggunakan pakaian tradisional Bali, sekaligus memeriahkan HUT Mangupura ini,” jelasnya.
Endek yang digunakan pun menunjukkan motif khas dari Kabupaten Badung yang diproduksi oleh UMKM lokal. UMKM ini diberdayakan bekerja sama dengan Diskopukmp terkait.
Lebih lanjut, Kepala Bidang Pemberdayaan, Keswadayaan dan Lembaga Desa/Kemasyarakatan DPMD Badung, Desak Made Oktisilawati menambahkan bahwa fashion show ini melibatkan total 12 desainer.
"Ada 12 desainer lokal yang terlibat dan semua produk kain diproduksi di Badung dan didesain di Badung juga. Termasuk pengrajin kain endek tradisonal dan pengrajin sandal," paparnya. [*]
Editor : Hari Puspita