MANGUPURA, radarbali.id - Seiring normalnya pariwisata, wilayah Kecamatan Kuta Selatan, Kuta, dan Kuta Utara langganan menjadi lokasi rawan kemacetan di Kabupaten Badung, Bali. Seperti halnya di kawasan Canggu dan Dalung yang kerap kali viral karena jalannya yang padat merayap.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung, I Made Gede Wiryantara Adi Susandi pun tak menampik hal tersebut. Disebutnya kawasan Canggu, Berawa, Petitenget, dan Dalung memang menjadi kawasan yang rawan kemacetan.
Kemacetan seringkali terjadi di pagi hari saat jam berangkat kantor atau sekolah, dan pada sore hari saat jam pulang kantor.
Baca Juga: Proyek Gorong-gorong dan Trotoar Rampung, Ruas Jalan Dalung-Sempidi Dibuka, Kemacetan Terurai
"Beberapa hal yang menjadi penyebab kemacetan di antaranya tingginya penambahan jumlah kendaraan bermotor yang tidak seimbang dengan pembangunan jalan," tuturnya, kemarin (9/11).
Kedua, kemacetan terjadi karena berkembangnya aktivitas pariwisata di wilayah Berawa dan Canggu. Sehingga menimbulkan peningkatan tarikan dan bangkitan perjalanan di wilayah tersebut.
"(Penyebab lain, red) minimnya angkutan umum massal dan rendahnya minat masyarakat menggunakan angkutan umum. Lalu kurangnya disiplin pengguna jalan dalam berkendara, seperti melanggar rambu dan marka jalan," sambungnya.
Baca Juga: Ledeng PDAM Macet Total, Warga Dalung Terpaksa Bolak-balik Tampung Air di Galon, Ini Penyebabnya
Ia pun menerangkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung telah melakukan serangkaian upaya dalam menanggulangi kemacetan.
Seperti halnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang telah merancang Jalan Lingkar di wilayah Kuta Selatan. Selain itu, Dinas PUPR juga membuat jalan tembus di simpang Berawa-Padonan-Jalan Canggu-Tanah Lot yang direncanakan selesai akhir tahun 2023 ini untuk mengurangi kemacetan.
"Dishub juga telah membuat desain skema manajemen rekayasa lalu lintas di Simpang Berawa untuk sirkulasi lalu lintas satu arah dengan adanya jalan tembus Berawa Padonan," jelasnya.
Baca Juga: Intervensi Dinasti Politik Jokowi Dianggap Merusak Tatanan Demokrasi di Tanah Air
Personil Dishub dan kepolisian pun saat ini telah bersama-sama melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi rawan kemacetan.
Sekaligus juga melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas di simpang-simpang yang dilengkapi Area Traffic Controll Sistem (ATCS) dengan mengatur durasi waktu hijau, terhadap lengan simpang atau jalan yang memiliki antrian panjang melalui Ruang Kontrol (CC Room) di Kantor Dishub.
Ke depan, pihaknya akan melaksanakan rapat dengan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) guna mengatasi kemacetan di Badung.
Baca Juga: Terungkap, Begini Modus Pencurian Motor yang Dilakukan Tersangka Kholidin di Jembrana Bali
"Dishub akan melakukan rapat Forum LLAJ untuk pembahasan penerapan hasil kajian Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di Kecamatan Kuta Utara yang telah disusun Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). (Dalam hal ini, red) Kabupaten Badung bekerja sama dengan Politeknik Transportasi Darat (POLTRADA) Bali," kata Wiryantara.***