MANGUPURA, Radar Bali.id - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami penurunan sepanjang bulan Oktober 2023. Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung catat sebanyak 34 kasus terjadi dalam periode ini.
"Berdasarkan laporan dari masing-masing puskesmas, tidak terjadi peningkatan kasus DBD pada bulan Oktober. Dibandingkan kasus sebelumnya bahkan mengalami penurunan, di mana pada bulan September sebanyak 39 kasus dan untuk yang bulan Oktober sebanyak 34 kasus," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kabupaten Badung, I Made Suwadera.
Secara kumulatif, kasus DBD di bulan Januari tercatat sebanyak 135 kasus, Februari 126 kasus, Maret 170 kasus, April 166 kasus, Mei 154 kasus, Juni 101 kasus, Juli 99 kasus, Agustus 66 kasus, September 39 kasus, dan Oktober 34 kasus.
Adapun daerah yang menyumbang angka DBD tertinggi di Kabupaten Badung berdasarkan data dari Puskesmas yakni di Kuta Selatan dengan 16 kasus. Diikuti dengan Puskesmas Abiansemal 1 dengan 8 kasus.
Dari golongan umur yang di petakan yang paling banyak pada usia 25-44 tahun atau rata-rata pada kelompok dewasa.
Pihaknya pun terus menggenjot upaya penanganan DBD dengan melakukan fogging. Pelaksanaan fogging di awal bulan November yakni (1/11) hingga (5/11/2023) telah menyasar Banjar Tengah Desa Sobangan; Jalan Kartika Plaza Kuta; dan Jalan Setra Agung 2, Banjar Kelan, Desa Tuban.
"(Selain itu, red) melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin dan berkesinambungan di seluruh desa/kelurahan oleh petugas jumantik," kata Suwadera.
Kemudian melakukan kerja sama dengan rumah sakit baik pemerintah maupun swasta. Hal ini dilakukan agar setiap kasus DBD yang di rawat di masing - masing rumah sakit dilaporkan 1 x 24 jam.
Termasuk juga melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) setiap kasus yang dilaporkan oleh rumah sakit; melakukan fogging ULV sebelum masa penularan yang sudah dan sedang dilakukan di lima Kecamatan.
Selama penanganan, kurangnya peran serta masyarakat menjadi kendala yang selalu dialami tiap bulannya.
"Hal ini mengingat vektor berada di masing-masing rumah masyarakat. Sehingga diperlukan kesadaran dari masyarakat untuk melakukan PSN di masing-masing rumah," bebernya.
Oleh karenanya, melalui upaya yang telah dilakukan, diharapkan terjadi penurunan kasus maupun kematian akibat penyakit DBD di Kabupaten Badung.
Lebih lanjut, puncak trend kasus DBD selama tahun 2023 terjadi di bulan Maret. Sementara, penurunan jumlah kasus terjadi mulai bulan Mei sampai dengan bulan Oktober.
"Kemungkinan akan mengalami peningkatan mulai bulan November, apabila dilihat dari pola kasus tahun 2022," tuturnya.[*]
Editor : Hari Puspita