Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cek Fakta! Gila, Diskes Badung Catat 10.499 Gigitan Hewan Penular Rabies Sepanjang 2023, Namun Nihil Kasus Positif

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Minggu, 14 Januari 2024 | 04:51 WIB
AMAN: Vaksinasi anti rabies (VAR) mencegah penularan akibat Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR)
AMAN: Vaksinasi anti rabies (VAR) mencegah penularan akibat Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR)
 
 
MANGUPURA, radarbali.id- Sepanjang tahun 2023, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung catat 10.499 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) sepanjang tahun 2023.
 
Kepala Bidang P2P Diskes Kabupaten Badung, I Made Suwadera menyebutkan kasus gigitan terbanyak terjadi di Kecamatan Abiansemal denfan 2.641 gigitan. Kedua yakni Kecamatan Mengwi dengan 2.435 kasus.
 
Kemudian Kecamatan Kuta Selatan 1.882; Kuta Utara 1.572; Kuta 1.085; dan terendah Petang 884 kasus.
 
Baca Juga: Bansos Petugas Parkir Distop karena Nyaleg, Dinsos Bali Sebut PKH Ni Kadek Dewi Bisa Aktif Tergantung Ini
 
"Terjadi peningkatan dua kali lipat jumlah kasus dari tahun 2022 dibandingkan dengan tahun 2023. Tidak ada kasus postif rabies pada manusia," tuturnya, kemarin (13/1).
 
Adapun jumlah kasus gigitan tahun 2022 sebanyak 4.484 kasus dan tahun 2023 yaitu 10.499 kasus. Pihaknya pun telah melakukan penanganan dengan setiap kasus gigitan dilakukan penyelidikan epidemiologi baik pada manusia maupun hewannya.
 
"Pasien yang digigit dilakukan cuci luka dan pemberian VAR sesuai indikasi. Selain itu, pasien yang mangkir VAR dilakukan sweeping," sambungnya.
 
Baca Juga: Kelayakan Angdes untuk Angkutan Siswa di Jembrana Perlu Diuji, Ini Penyebabnya
 
Diskes Badung juga melakukan KIE dan penyuluhan kepada masyarakat dan melakukan penyediaan VAR dan SAR.
 
Stok VAR saat ini yakni 4.030 vial dan SAR 18 vial. Untuk tahun 2024, sudah dialokasikan dana pembelian VAR sebanyak 12.000 vial dan SAR sebanyak 50 vial.
 
Dijelaskannya grafik rabies di Badung cenderung meningkat dari bulan Januari sampai Juli. Sementara pada bulan Agustus dan Oktober cendrung terjadi penurunan.
 
Baca Juga: Berakhir 22 Desember, Perbekel di Karangasem Bakal Di-Pjs-kan, Berikut Tiga Desa Tersebut
 
"Naik kembali pada bulan November dan akhir tahun yaitu bulan Desember, kasus gigitan kembali mengalami penurunan," kata Suwadera.
 
Lebih lanjut, berdasarkan data, jumlah gigitan pada bulan Januari sebanyak 498; Februari 383; Maret 493; April 508; Mei 609; Juni 1.526; Juli 1.555; Agustus 1.226; dan September 961.
 
Sementara di bulan Oktober 923; November 973; dan Desember 844 kasus.
 
Baca Juga: TKD Jembrana Optimistis Prabowo -Gibran Bisa Meraup 60 Persen Suara, Dasar Kalkulasinya Begini
 
"(Kepada masyarakat, red) setiap kejadian gigitan yang dialami sekecil apapun agar segera datang ke rabies center terdekat untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut dan jangan panik," sambungnya.***
Editor : M.Ridwan
#GHPR #hewan penular rabies #rabies