MANGUPURA,radarbali.id - Sampah kiriman menyerbu kawasan Pantai Kedonganan, Kecamatan Kuta, Badung. Kordinator Deteksi dan Evakuasi Dini Sampah Laut DLHK Badung, I Made Gde Dwipayana menyebutkan sampah kiriman yang bermuculan di kawasan pantai disebutnya telah bercampur, seperti jenis ranting pohon hingga plastik.
Tahun ini, pihaknya menemukan ada rumput laut yang ikut tercampur dengan sampah lainnya.
"Biasanya di Pantai Kedonganan sampah plastik yang menepi. Penanganan sampah di Pantai Kedonganan kami menggenunakan dua loader yang berada di Pantai Kuta. (Sampah kiriman, red) memang muncul lagi (29/1/2024)," paparnya.
Baca Juga: Terungkap! Perkara Korupsi LPD Bakas Berlanjut, Kepala LPD Jual Motor hingga Mobil Jaminan Nasabah
Kondisi ini pun telah terjadi sejak satu minggu lalu dan masih terjadi hingga kemarin (29/1). Setelah ditangani oleh DLHK Badung, terkumpul sebanyak 20 ton sampah di Pantai Kedonganan.
Kendati demikian, jumlah terbarunya masih belum diketahui. Tim kebersihan dan alat berat tetap disiagakan dari DLHK Badung guna penanganan sampah kiriman.
Di antaranya 4 loader dan 3 beach cleaner yang telah disiagakan sejak sampah kiriman mulai menepi, yakni mulai bulan Oktober 2023.
Baca Juga: Harga Beras Mahal Distan Klaim Petani Diuntungkan, Dampak Pupuk Mahal dan Biaya Produksi Tinggi
Sampah kiriman tersebut diakuinya sudah menjadi siklus tahunan Badung. Kendati demikian, di tahun ini volumenya tak sebanyak tahun lalu.
“Tahun-tahun sebelumnya ada sekitar 3 ribu ton, kalau sekarang baru ada 150 ton (sejak Oktober 2023, red). Hampir 5 persennya," kata Dwipayana.***