Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cek Fakta! Pantai Kuta Abrasi, Pedestrian Jogging Track Terkikis

Made Dwija Putera • Sabtu, 16 Maret 2024 | 15:15 WIB

 

TERGERUS: Pasir Pantai Kuta yang semakin tergerus akibat abrasi saat difoto Minggu (10/3/2024).
TERGERUS: Pasir Pantai Kuta yang semakin tergerus akibat abrasi saat difoto Minggu (10/3/2024).

MANGUPURA, radarbali.id - Kawasan Pantai Kuta dan sekitarnya baru saja usai dilakukan penataan. Namun belakangan ini cuaca ekstrem melanda wilayah Bali.

Gelombang tinggi pun menerjang kawasan Pantai Kuta yang mengakibatkan abrasi pantai dan mengikis pedestrian untuk jogging track.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, IB Surya Suamba mengakui belakangan ini terjadi gelombang tinggi di sepanjang Pantai di Kabupaten Badung.

Tak heran hal ini mengakibatkan sepanjang Pantai Kuta abrasi hingga mengikis pedestrian jogging track. “Hal ini karena kondisi alam (bencana),” jelas Surya Suamba dikonfirmasi, Jumat (15/3).

Lebih lanjut, adanya potensi kerusakan areal pedestrian tersebut Dinas PUPR Badung juga akan segera memperbaiki areal yang terkikis atau pun rusak.

Mengingat, kawasan Pantai Kuta ini baru saja selesai ditata. “Akan segera kami perbaiki dengan menggunakan anggaran bencana, ” ungkapnya.

Sementara prakiraan cuaca BMKG kondisi umumnya berawan namun terdapat potensi hujan ringan hingga lebat di sebagian besar wilayah Bali.

Suhu udara berkisar antara 24-33 derajat celcius dengan kelembaban udara berkisar antara 65-95 persen.

Angina umumnya bertiup dari arah Barat-Barat Laut dengan kecepatan berkisar antara 10-40 Km per jam.

Tinggi gelombang laut di Perairan Utara Bali berkisar antara 0,75-2 meter, di Perairan Selatan Bali berkisar antara 1-3,5 meter, di Selat Bali berkisar antara 0,75-2,5 meter dan di Selat Lombok berkisar antara 0,75-2,5 meter.

Kondisi ini disebabkan oleh MJO berada dalam fase 5 (maritime continent) di mana hal ini berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.

Terdapat daerah pertemuan angin (konvergensi) di sekitar wilayah Bali sehingga mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif.

“Suhu muka laut di sekitar wilayah Bali umumnya berkisar antara 28-30 derajat celcius dengan massa udara basah terkonsentrasi pada lapisan permukaan hingga lapisan 200 mb (12.000 meter),” jelas Cahyo Nugroho selaku Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, kemarin.

Lebih lanjut, prediksi cuaca tiga hari ke depan secara umum berawan dan berpotensi hujan ringan-lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang terutama di wilayah Bali bagian tengah, utara, barat dan timur.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini yakni waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Bali, serta tinggi gelombang yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di Laut Bali, Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok, Perairan selatan Bali dan Samudera Hindia selatan Bali-NTB.***

 

Editor : M.Ridwan
#pupr #abrasi #pantai kuta