BADUNG, Radarbali.id – Pergelaran PON Aceh Sumatera Utara 2024 sebentar lagi, atau awal September 2024 akan dihelat. Saat ini, para atlet Bali yang total mencapai 549 atlet dari 49 cabor pun sedang berlatih keras. Sebab, target 45 emas di PON tahun ini dianggap berat. Hal tersebut disampaikan salah satu pelatih Silat Bali, Wahyuni dari Badung.
Ia mengatakan, apa pun kondisi yang ada, atletnya akan berjuang habis-habisan di PON. Hal tersebut disampaikannya ketika pengurus KONI Badung melakukan monev (monitoring dan evaluasi) ke pelatihan Silat di GOR Purna Krida Kerobokan, Minggu 11 Agustus 2024 .
Wahyuni bahkan membandingkan dengan daerah lainnya dari segi latihan. Salah satunya Jawa Timur, atletnya sudah masuk TC dua tahun yang lalu. Ini artinya banyak lawan berat yang harus dihadapi nanti. ”Atlet lain sudah TC (training center) dua tahun. Sementara atlet Bali hanya pelatda (pelatihan daerah) dua bulan sebelum PON,” kata Wahyuni.
Dalam beberapa PON sebelumnya, atlet silat Bali memang menjadi perhitungan lawan. Bagaimana belakangan ini, tentu menjadi pertanyaan besar. Dalam monev itu itu, Ketua Umum KONI Badung Made Nariana tetap memberikan harapan supaya atlet PON Bali khususnya silat berjaya di Aceh dan Sumut.
Ia mengatakan, semua pihak mendoakan atlet Bali yang ke PON sukses meraih kemenangan. Namun dibalik itu, Ketum KONI Badung itu juga minta atlet Badung yang tidak ke PON tetap melakukan pelatihan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Bali 2025 nanti.
”Porprov Bali tinggal setahun lagi. Saya berharap semua cabang olahraga di Badung memantapkan pelatihan atletnya sehingga siap pakai dalam ajang dua tahunan olahraga Bali itu,” kata Nariana.
Ia minta dana pembinaan tahun 2024 untuk cabor di Badung, dimanfaatkan dengan baik dan tepat sasaran, untuk membina atlet muda Badung. Pelatih juga diharapkan menerapkan menu latihan sesuai dengan ilmu yang diperoleh saat latihan pelatih awal tahun 2024. Sebelumnya monev serupa dilakukan dalam pelatihan Cabor Bulutangkis. Sabtu lalu KONI Badung monev ke cabor Renang dan Petanque di Abiansemal.
”Awal tahun 2025 nanti, semua pelatih Badung saya minta membuat program pelatihan atlet secara tertulis. Satu copy disetor ke KONI. Atas dasar program itu nanti, KONI melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke lapangan,” kata Nariana lagi. ***
Editor : Made Dwija Putera