MANGUPURA, Radarbali.id- Aksi mogok kerja yang dilakukan oleh Serikat Pekerja Mandiri PT. Angkasa Pura Supports masih berlanjut pada Rabu (21/8). Di mana aksi tersebut telah mulai dilakukan sejak Senin (19/8). Pada aksi hari kedua, Selasa (20/8), para anggota serikat pekerja dibuat cukup kaget. Hal itu lantaran PT Angkasa Pura Supports malah membuka lowongan pekerjaan untuk posisi satpam.
Terkait pembukaan lowongan kerja tersebut, Made Dodik Satriawan selaku Ketua Umum Serikat Pekerja Angkasa Pura Suport menjelaskan, hal itu diduga sebagai bentuk gertakan atau ancaman dari pihak management terhadap para karyawan yang ikut melakukan aksi mogok kerja.
”Loker (lowongan kerja) yang mereka buka itu menurut kami sebagai ancaman saja. Dia mencoba mengganggu aksi kami,” katanya, Rabu 21 Agustus 2-24.
Baca Juga: Lapor Pak! Ratusan Karyawan Angkasa Pura Supports Aksi Mogok Kerja, Ini Alasan dan Tuntutannya
Lanjut dia, bahwa aksi mogok kerja dari serikat pekerja ini sudah sesuai dengan aturan undang-undang. Setelah aksi waktu yang berlaku selesai, maka mereka akan kembali bekerja seperti biasa. Dia menjelaskan, terkait keputusan management yang membuka lowongan kerja itu adalah hak dari management sendiri.
Kendati begitu, hal tersebut akan jadi bahan pembahasan dan akan menjadi salah satu bahan pertanyaan dari serikat pekerja saat nanti dalam perundingan berikutnya.
Sementara itu, sebelumnya di aksi mogok hari pertama pada Senin (19/8) Djoko Setyo P selaku Branch Manager Angkasa Supports (APS) Denpasar mengatakan, bahwa Manajemen APS telah melakukan langkah antisipasi dan mitigasi terkait aksi mogok tersebut.
Langkah ini untuk menjaga operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar berjalan dengan normal melayani pengguna bandara. Dalam hal ini, APS juga telah berkoordinasi dan mengkomunikasikan dengan Stakeholder terkait, untuk memastikan semua layanan operasional APS di setiap pos layanan tetap berjalan normal. Saat diupayakan untuk dikonfirmasi kembali terkait lowongan kerja yang dibuka di media sosial, Humas APS mengaku pihaknya masih berkoordinasi dengan atasannya. ***
Editor : Made Dwija Putera