Perumda Mulai Gunakan Rice Milling Unit di Mengwitani, Harga Gabah Petani Dibeli di Atas HPP

Made Dwija Putera • Dipublikasikan Senin, 26 Agustus 2024 | 03:55 WIB
RMU: Gedung Rice Milling Unit (RMU) Perusahaan Daerah  Pasar dan Pangan (Perumda) Mangu Giri Sedana kabupaten Badung di Mengwitani.
RMU: Gedung Rice Milling Unit (RMU) Perusahaan Daerah Pasar dan Pangan (Perumda) Mangu Giri Sedana kabupaten Badung di Mengwitani.

MANGUPURA, Radarbali.id - Perusahaan Daerah  Pasar dan Pangan (Perumda) Mangu Giri Sedana kabupaten Badung telah menggunakan Rice Milling Unit (RMU). Pembelian gabah petani Badung juga telah berlangsung pertengahan Agustus ini.

Direktur Utama Perumda Pasar Mangu Giri Sedana I Wayan Suryantara mengakui sudah mulai memanfaatkan RMU yang ada. Terlebih untuk pembelian Gabah kepada petani sudah dilakukan pada bulan Mei 2024 lalu.

”Kami sudah mulai akan menggunakan RMU yang sudah rampung. Namun untuk pengolahan di RMU ini terhitung pertengahan Agustus kita pembelian gabah langsung,” ujarnya, Minggu 25 Agustus 2024.

Pihaknya mengaku gabah sebelumnya diolah di beberapa lokasi. Namun kini akan langsung mengelola di RMU yang berlokasi di sebelah TPST Mengwitani, Kecamatan Mengwi. ”Kami ambil uji coba sudah  dan selesainya atau pastinya sudah olah besar dengan volume 20 ton,” terangnya.

Namun itu pun akan dilakukan bertahap, mengingat pihaknya masih mengumpulkan stok gabah. ”Tidak setiap hari menggiling, mungkin setiap 2 hari sambil mengumpulkan stok gabah yang dipanen di lapangan atau sawah di beberapa subak di Badung,” tegasnya.

Lebih lanjut untuk  harga yang dibeli, pihaknya memastikan tidak akan membuat petani rugi. Bahkan selama ini pembelian gabah dilakukan minimal di atas Harga Pokok Penjualan (HPP). ”Minimal di atas HPP dan kita selama ini lebih banyak belinya di atas HPP, di antaranya Rp 5.400kg sampai Rp 5.700/kg,” tegasnya.

Suryantara menyebutkan dalam program pembelian gabah petani itu, Pemkab Badung sudah melakukan kerja sama dengan seluruh petani yang ada di Gumi Keris. Kerja sama ini melalui pekaseh subak dengan jumlah kurang lebih 135 subak.  

Selaku eksekusi dalam program itu pihaknya pun berharap, program pembelian langsung gabah ke petani ini dapat memberikan keuntungan kepada petani. Sebab melalui program ini dapat memproteksi petani dari permainan harga oleh tengkulak. ”Karena tujuan kami membantu petani, artinya saat musim panen itu petani tidak menjadi beban akibat ulah tengkulak menurunkan harga gabah,” jelasnya.

Teknologi mesin Rice Milling Unit dilengkapi sejumlah rangkaian mesin untuk membersihkan dan mengeringkan atau menurunkan kadar air pada gabah kering sawah di bawah 27 persen menuju kadar air akhir gabah kering giling  yang diinginkan yakni mencapai 14 persen dengan laju pengeringan 0,8 persen sampai 1,2 persen per jam. ***

 

 

 

 

Editor : Made Dwija Putera
Sumber : radarbali.jawapos.com
Rice Milling Unit gabah perumda petani badung