MANGUPURA, Radarbali.id - Penutup PON XXI di Aceh-Sumut tinggal sehari lagi. Target untuk mencapai 45 emas oleh KONI Bali jauh dari harapan. Di berbagai sumber menyebut, ketidakjelasan jumlah bonus bagi yang meraih medali menjadi salah satu penyebabnya. Bahkan ada pula uang saku atlet yang dijanjikan tidak kunjung cair jelang penutupan PON ini.
Seperti yang dirasakan oleh para atlet Badung. Sebelumnya, atau saat pelepasan atlet Badung, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung saat itu dijabat oleh I Wayan Adi Arnawa menjanjikan akan memberikan uang saku senilai Rp. 6 juta kepada para atlet.
Adapun Kontingen PON asal Badung yang memperkuat kontingen Bali berjumlah 236 orang, yang terdiri dari atlet 178 orang dan 58 official serta pelatih. Namun hingga jelang PON ini berakhir, uang saku tersebut juga tak kunjung cair.
Baca Juga: KONI Badung Semprot Cabor Woodball, Tak Pernah Raih Emas, Padahal Sudah Nikmati Fasilitas
Ketua Umum KONI Badung Made Nariana pun membenarkan hal tersebut. Ia mengakui adanya keterlambatan pengiriman uang saku ke atlet. ”Sekitar tiga hari lalu saya sudah hubungi pihak Disdikpora Badung. Kata pak Kabid, dananya sudah siap. Sabar-sabar katanya,” ungkap Nariana Rabu, 18 September 2024.
Nariana juga mengatakan, keterlambatan pencairan karena jumlah yang ditransfer ke banyak rekening. ”Pasalnya ada juga yang terlambat (penerima uang saku) kirim nomor rekening,” sebutnya.
Sebelumnya, Adi Arnawa yang mewakili Pemkab Badung tidak hanya menjanjikan uang saku dari sebelumnya Rp. 5 juta di PON Papua menjadi Rp. 6 juta di PON Aceh-Sumut, tetapi juga bonus bagi atlet Badung yang bisa meraih medali emas untuk Bali.
”Untuk para atlet yang meraih Emas pada PON tahun ini akan mendapatkan bonus sebesar Rp. 60 Juta, semoga ini menjadi pemantik semangat untuk para atlet dalam berjuang pada PON kali ini,” janji Adi Arnawa. ***
Editor : Made Dwija Putera