MANGUPURA, Radarbali.id-Pihak Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencatat, realisasi total penerbangan yang batal dampak dari erupsi Gunung Lewatobi Laki-Laki di hari Rabu (13/11) adalah sebanyak 115 penerbangan. Jumlah ini terdiri dari 32 penerbangan domestik dan 83 penerbangan internasional.
”Namun, menurut catatan pengelola bandara, ada 205 penerbangan yang tetap beroperasi atau sejumlah 60 persen dari total pergerakan harian terjadwal sebanyak 340 pergerakan pesawat," kata General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, Kamis (14/11).
Dia menegaskan dengan adanya kejadian eruspi gunung di Flrlores Timur, NTT tersebut, Bandara I Gusti Ngurah Rai akan tetap beroperasi meskipun beberapa maskapai memutuskan melakukan pembatalan penerbangan dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan. Sejauh ini ada 9 maskapai yang melayani rute domestik yang tetap beroperasi dari total 12 maskapai yang ada di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Lalu untuk penerbangan internasional ada sejumlah 28 maskapai yang tetap terbang dari total 42 maskapai yang biasa beroperasi. Lanjut dia, bahwa berdasarkan citra Satelit Cuaca Himawari, sejak Rabu (13/11) malam sebaran abu vulkanik letusan gunung Lewatobi mengarah ke Barat Daya - Barat Laut menjauhi posisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki Laki Erupsi, 6 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Batal
Setelah hari Rabu, pada Kamis (14/11) kemarin data rencana penerbangan yang diterima oleh pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai yang diterima hingga pukul 03.00 Wita ada sebanyak 346 penerbangan yang terdiri dari 166 domestik dan 180 internasional. Sedangkan untuk informasi pembatalan penerbangan yang sudah tercatat terdapat 52 penerbangan.
Jumlah ini terdiri dari 11 penerbangan domestik dan 41 penerbangan internasional. ***
Editor : Made Dwija Putera