Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Air Tukad Mati Meluap, Pemukiman Terendam, Puluhan Wisatawan Dievakuasi dengan Perahu Karet  

Made Dwija Putera • Senin, 23 Desember 2024 | 15:30 WIB
EVAKUASI: Tim dari Balawisata Badung saat evakuasi wisatawan dengan rubber boat dari vila kawasan Jalan Dewi Sri IV yang terdampak banjir, Minggu 22 Desember 2024.
EVAKUASI: Tim dari Balawisata Badung saat evakuasi wisatawan dengan rubber boat dari vila kawasan Jalan Dewi Sri IV yang terdampak banjir, Minggu 22 Desember 2024.

MANGUPURA, Radarbali.id – Beberapa hari belakangan ini curah hujan di Bali tinggi.  Air Tukad (sungai) Mati di wilayah Legian, Kuta, Badung meluap, Minggu (22/12). Dampaknya, terjadi genangan air dan banjir di  kawasan pemukiman sekitar Tukad Mati.

Informasi yang dihimpun di lapangan, akibat curah hujan tinggi dan air Tukad Mati meluap mengakibatkan di sejumlah titik wilayah Kuta dan sekitarnya  terjadi genangan air dan banjir.

Di antaranya genangan air di  Jalan Merdeka Raya, Jalan Praja Natha kelurahan Kuta. Di Kelurahan Legian terjadi banjir di Jalan Campuhan-Dewi Sri, Campuhan II, Jalan Dewi Sri (depan Bank BRI), Jalan Dewi Sri II, Jalan Dewi Sri II A, Jalan Dewi Sri IV, Jalan Pandawa, dan beberapa titik lainnya. Di Kelurahan Seminyak terjadi banjir di Jalan Nakula Gang Baik Baik, Jalan Belong, Jalan Sunset road depan KFC, Jalan Kunti II, Jalan Dewi Saraswati dan beberapa titik lainnya.

 Namun untuk  kawasan Jalan Dewi Sri IV, air menggenangi kawasan tersebut hingga sepinggang orang dewasa. Kawasan itu menjadi langganan banjir tiap tahunnya,  ketika curah hujan tinggi dan air Tukad Mati meluap. Dampaknya, ada puluhan wisatawan yang terjebak di dalam vila. Linmas Legian bersama Balawista Badung turun tangan untuk melakukan evakuasi.

Mereka evakuasi menggunakan dua rubber boat (perahu karet). Satu milik Balawista Badung dan satu lagi milik BPBD Badung. Tidak hanya itu, bencana banjir itu juga  dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk memancing ikan. Sementara untuk di kawasan Jalan Belong dan  Jalan Dewi Saraswati juga ada wisatawan yang terdampak. Di lokasi tersebut tim dari BPBD Badung, kepolisian, Basarnas, juga ikut melakukan evakuasi wisatawan yang terdampak banjir.

I Wayan Budi Sugiana selaku tim evakuasi banjir di kawasan Jalan Dewi Sri 4, Legian dari Balawista Badung menjelaskan, tim telah turun ke lapangan mulai dari pukul 6.30.  Sebanyak 8 orang personel Balawista Badung berjibaku untuk evakuasi puluhan wisatawan yang terdampak banjir di hotel mau pun villa tempat mereka menginap. ”Banyak kami sudah evakuasi, mungkin ada sampai 50-70 orang wisatawan. Mulai dewasa, orang tua hingga anak-anak. Ada juga penduduk lokal ,” jelasnya.

Ia mengakui, banjir  rutin terjadi setiap tahunnya ketika curah hujan tinggi dan dibarengi juga air laut pasang. Akibatnya, debit air Tukad Mati naik hingga meluap ke kawasan pemukiman. ”Air Tukad Mati ini meluap. Kami dari Balawista Badung hampir setiap tahun evakuasi di kawasan ini (Jalan Dewi Sri IV),” terangnya.

Tokoh masyarakat Legian I Wayan Puspa Negara menjelaskan, penyebab terjadinya banjir di areal Tukad Mati karena curah hujan tinggi, terjadi gelombang pasang, dan terjadi pendangkalan atau sedimentasi di sepanjang Tukad Mati.

Selain itu, saluran drainase yang buruk, adanya sodetan Tukad Teba kawasan Jalan Imam Bonjol yang aliran airnya menuju Tukad Mati, sehingga beban Tukad Mati menjadi berat. ”Banjir terjadi pada pukul 9.30, air Tukad Mati meluap,” jelas Puspa Negara yang juga Anggota DPRD Badung ini.

Lebih lanjut, ada 12 jalan terdampak banjir di kawasan Tukad Mati Legian, 8 di antaranya  tidak bisa dilalui.  Namun yang paling parah,  di kawasan Jalan Dewi Sri IV. ”8 ruas jalan yang parah, tidak bisa dilalui karena tinggi air sepinggang atau 70 cm,” jelasnya.

Pihaknya akhirnya meminta bantuan dari BPBD dan Balawista Badung  untuk evakuasi, terutama wisatawan. Karena kawasan itu banyak dihuni wisatawan  dan berbagai usaha lainnya. ”Tadi telah dievakuasi, wisatawan yang mau check out atau pindah hotel, karyawan hotel dan villa dan ada warga sekitar,” terangnya.

Namun, ia juga memberikan solusi untuk antisipasi banjir ke depannya.  Yakni, bisa untuk dibuatkan kembali sodetan dari Tukad Teba menuju Tukad Badung yang bermuara di Dam Patasari. Kemudian,  keruk sedimentasi sepanjang Tukad Mati, bangun saluran drainase di semua jalan terdampak banjir, karena drainase saat ini masih belum maksimal.  Disediakan pompa portable lebih banyak dan juga ada mandor untuk mengawasi banjir. ”Jadi intinya gorong-gorong harus diperbaiki,” tegasnya. 

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung I Ketut Murdika menjelaskan,  dalam penanggulangan bencana kemarin di beberapa lokasi melibatkan seluruh stakeholder di Kabupaten Badung. Evakuasi tamu di beberapa vila dan hotel kawasan Seminyak bersama aparat wilayah, Balawista Badung, Basarnas, kepolisian, Linmas Legian dan Seminyak.  ”Untuk evakuasi di Jalan Belong, Dewi Saraswati Seminyak itu juga ada puluhan wisatawan yang terdampak,” jelasnya.

Kemudian, untuk distribusi pompa banjir portabel di beberapa titik wilayah Legian dan Seminyak dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida serta Dinas PUPR Badung. Selanjutnya, untuk atensi longsor bersama aparat wilayah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Penanganan pohon  tumbang di beberapa titik melibatkan aparat wilayah, unsur TNI/Polri.

Sementara Pj Sekda Badung IB Surya Suamba mengakui, penanganan  bencana banjir yang terjadi di kawasan Tukad Mati akan kembali dievaluasi. ”Akan kami evaluasi dan koordinasikan dengan BWS Bali Penida untuk pemasangan pompa banjir di muara Tukad Mati,” pungkasnya. ***

 

 

 

 

Editor : Made Dwija Putera
#bencana alam #air laut pasang #tukad mati #curah hujan tinggi #gelombang pasang #banjir di badung